oleh

Polres Cianjur Grebek Rumah Produksi Miras Oplosan, 600 Kantong Miras Disita

INILAHONLINE.COM, CIANJUR

Tim Reserse Narkoba Polres Cianjur grebek rumah yang dijadikan pabrik minuman keras oplosan di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. Sebanyak 600 kantong minuman keras (miras) oplosan dan belasan galon bahan baku disita, Jumat (13/11/2020).

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Cianjur, Inspektur Satu Ali Jupri menyebutkan, penggerebekan itu dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari warga, yang resah dengan keberadaan pabrik miras oplosan tersebut.

“Setelah mendapat laporan itu, langsung ditindaklanjutkan dengan penyelidikan. Kami langsung menggerebek rumah produksi minuman keras tersebut,” ungkap Ali kepada wartawan, di Mapolres Cianjur, Jumat (13/11).

Ketika digrebek, di dalam rumah tersebut ada seorang pria berinisial AS sedang memproduksi miras, tim Reserse Narkoba Polres Cianjur langsung mengamankan AS.

Selain mengamankan AS, polisi juga menyita barang bukti berupa 600 kantong miras oplosan siap edar, 14 galon air mineral, belasan dus minuman berenergi dan sejumlah kantong besar alkohol 90 persen.

“Begitu dicek, benar saja ada aktivitas pembuatan miras oplosan di salah satu rumah di Sirnagalih. Kami langsung amankan seorang pelaku berinisial AS yang tengah membuat miras oplosan. Termasuk barang buktinya,” katanya.

AS, pelaku pembuat dan sekaligus pengedar miras oplosan di Cianjur tersebut kepada polisi mengaku, produksi miras oplosan itu dilakukannya sejak 6 bulan lalu, setelah masa pandemi Corona. Sebelumnya, produksi minuman haram itu dilakukannya di Jakarta. Namun, karena masa pandemi Covid-19, AS pulang kembali ke Cianjur dan memproduksi, sekaligus mengedarkannya ke sejumlah warung jamu.

“Dijual ke warung jamu, tetapi ada juga yang pesan lewat whatapp,” katanya.

Akibat perbuatannya, AS yang memproduksi miras oplosan itu dijerat pasal 204 KUHP, tentang tindak pidana membahayakan nyawa atau kesehatan orang, yang sanksi hukumannya 15 tahun penjara. Selain itu, pelaku juga dijerat Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cianjur nomor 12 tahun 2013, tentang larangan peredaran dan penjualan minuman beralkohol dengan ancaman hukuman 6 bulan penjara dan denda sebesar Rp 50 juta. (CJ/DB/red)

Komentar