oleh

Polri Konfirmasi, TNI-Polri Baku Tembak dengan KKB Papua, 1 Anggota KKB Tewas

INILAHONLINE.COM JAKARTA

Kontak senjata kembali terjadi di Papua, kali ini terjadi di Kampung Jupara, Distrik Sungapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada hari minggu 26 Januari 2020 terkait kontak senjata ini Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra membenarkan kejadian tersebut terjadi, ia mengatakan ” kejadian ini benar, pada hari minggu yang lalu tanggal 26 Januari 2020, pada pukul 12.08 WIT,” (27/01/2020).

Dari kontak senjata antara Kelompok Keriminal Bersenjata (KKB) yang ada di daerah Papua dengan tim gabungan TNI – Polri, satu anggota KKB tewas tertembak dan satu anggota KKB diserahkan oleh warga kepada pihak aparat keamanan, ” dari kontak senjata ini satu anggota KKB yang dipimpin oleh Legakak Kalenggeng meninggal dunia, dan satu orang lagi diserahkan oleh masyarakat kepada pihak aparat keamanan,” ucap Kombes Pol Asep Adi Saputrra.

Sampai saat ini kondisi di Papua masih aman terkendali, ” tim gabungan TNI – Polri masih terus melakukan pengejaran terhadap KKB yang dipimpin oleh Legakak Kalenggeng, jadi saya luruskan yang meninggal itu bukan 2 orang tetapi 1 orang meninggal tertembak dan 1 orang diserahkan masyarakat kepada aparat keamanan,” ujar Kombes Pol Asep Adi Saputra.

Diberitakan sebelumnya, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyikapi upaya kelompok masyarakat Papua yang berkeinginan memerdekaan diri dari Indonesia sebagai masalah penting yang harus segera diselesaikan. Sebab, upaya tersebut telah mengancam keutuhan bangsa. “Kasus Papua merdeka ini udah dalam keadaan menurut saya kritis,” Hendropriyono di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Senin (23/12).

Dia menyebut gerakan sparatis di Papua sudah mulai diarahkan ke tingkat internasional. Bahkan baru-baru ini sebuah media asal Australia menyiarkan tanyangan terkait Papua yang dinilai Hendropriyono bernada provokatif. Kondisi seperti itu memang yang diharapkan kelompok sparatis ini. Mereka ingin mendapat pengakuan mata internasional. Oleh karena itu, aparat keamanan Indonesia tidak boleh lalai menangani kasus ini.

(Piya Hadi)

Komentar