oleh

Polsek Jetis Amankan Pasutri Belanja Gunakan Uang Palsu

INILAHONLINE.COM, BANTUL – Pasangan suami istri, VDR dan HDP diamankan jajaran Polsek Jetis, Bantul setelah tertangkap tangan berbelanja di Pasar Barongan, Jetis menggunakan uang palsu, Selasa (25/5). Sebelum kepergok warga, pelaku ditetahui sudah mengelabui empat pedagang di pasar itu.

Hingga Rabu (26/5), polisi masih melakukan pengembangan kasus ini. Diketahui dua tersangka mendapatkan uang palsu dari facebook beberapa hari sebelum lebaran yang lalu. “Sang istri, VDR ditangkap di Pasar Barongan, Jetis sesaat setelah membayar belanjaan dengan uang palsu kepada pedagang yang mayoritas berusia lanjut. Sementara HDP diringkus di rumahnya,” ujar Kapolsek Jetis, AKP Hatta Azharudin.

Dia menjelaskan pengungkapan peredaran uang palsu ini berawal saat VDR berbelanja di Pasar Barongan. Perempuan 26 tahun itu pertamakali membeli empat ekor ikan bandeng seharga Rp 20 ribu menggunakan upal pecahan Rp 50 ribu. Setelah itu membeli sayur dan bumbu dapur menggunakan upal pecahan Rp 2 ribu dan Rp 50 ribu. “Jadi tersangka ini belanja tidak hanya di satu pedagang,” terang Kapolsek Jetis, seperti dilansir harianmerapi.com anggota grup siberindo.co., Selasa (25/5) pagi.

Setelah beberapa kali berbelanja, salah satu pedagang mengetahui jika uang yang diterimanya merupakan uang palsu. Kemudian pedagang tersebut mencari VDR di sekitar pasar tersebut bersama pedagang lainnya. VDR yang saat itu masih berkeliling di pasar akhirnya tertangkap dan sempat diinterogasi oleh warga. Saat itulah petugas Polsek Jetis yang saat itu berpatroli di pasar mengamankan pelaku. “Pas kejadian itu memang ada petugas yang bertugas di pasar, jadi langsung diamankan menghindari amuk massa,” terangnya.

Lebih lanjut, AKP Hatta menjelaskan, setelah pelaku diamankan polisi, kemudian langsung melakukan pengembangan. Hasilnya diketahui upal yang digunakan belanja tersebut didapatkan dari suami tersangka, HDP. Pria 25 tahun itu pun kemudian dicokok di rumahnya dan langsung digelandang ke Mapolsek Jetis. Dari pengakuan HDP, upal didapatkannya dengan membeli secara online melalui marketplace facebook. “Tersangka ini juga sudah sempat membeli pakaian di wilayah Kota Yogakarta menggunakan uang palsu ini,” imbuhnya.

Di hadapan petugas, tersangka HDP mengakui jika menerima upal dua hari sebelum lebaran. Setelah memesan dari penjual yang berasal dari Sumedang, upal itu diterima dengan cara ketemuan di sekitar Kota Bantul. Namun saat itu HDP berencana mengembalikan uang palsu karena belum lunas terbayarkan. Akan tetapi karena terdesak kebutuhan, dia nekad memberikan uang palsu itu kepada istrinya untuk berbelanja. “Itu (upal) belum lunas mau saya kembalikan, karena saya baru bayar biaya kurirnya saja,” sebutnya.

Saat itu dengan harga Rp 200 ribu, HDP mendapatkan uang palsu berupa pecahan Rp 50 ribu sebanyak 9 lembar, pecahan Rp 5 ribu sebanyak 4 lembar, dan pecahan Rp 2 ribu sejumlah 5 lembar. Sehingga total uang palsu yang diterimanya sebanyak Rp 500 ribu. Kanit Reskrim Polsek Jetis, Ipda Yuwana mengatakan jika masing-masing tersangka disangkakan melanggar UU RI No 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Kemudian VDR ditambahkan demgan Pasal 55 ayat 1 KUHP karena menyuruh dan turut melakukan perbuatan. “Ancaman hukuman 10-15 tahun penjara dengan denda maksimal Rp 10-50 milliar,” pungkasnya. ***

Komentar