Posisi Sudirman Said-Ida Fauziyah Mempunyai Posisi Sama dengan Pasangan Jokowi-Ahok Tahun 2012

Daerah, Politik582 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Eep Saefulloh Fattah yang kini ditunjuk sebagai Konsultan politik tim calon gubernur dan wakil gubernur Sudirman Said-Ida fauziyah, mengatakan pasangan nomor urut 2 itu memiliki posisi yang sama, dengan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama saat pilkada DKI Jakarta pada 2012 silam.

”Memenangkan Sudirman dan Ida adalah gladi resik partai menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019. PKB sebagai pemilik elektoral tinggi di Jateng harus mencapai target dengan memenangkan Sudirman-Ida,” katanya di Ballroom Hotel Laras Asri Salatiga, Senin (5/3/2018).

Eef Saefulloh Berbicara di hadapan peserta Rapat Konsolidasi Pemenangan Sudirman-Ida yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa.

”Saya meminta agar PKB Jateng menyikapi pilkada provinsi ini, sebagai ajang gladi bersih menyongsong gelaran yang lebih besar pada tahun depan,”paparnya.

Dia menjelaskan, menjadi pemenang dalam pilkada provinsi sebagai sebuah cicilan yang tak terhindarkan, karena PKB tampil sebagai diri sendiri lewat sosok Ida. Jika pada pikada Jateng nanti pasangan tersebut gagal, PKB akan menjadi partai mekanik belaka.

”Mekanik artinya sebatas menunggu saja, bergerak ketika ada logistik dan back up saja,”ujarnya.

Sementara kalau kita menang, lanjutnya, maka PKB bisa disebut partai organik, yang memulai dari skala kecil, kemudian dengan keterbatasan dan satu-persatu target tercapai dan semua terkumpul hingga menjadi besar, ini yang sesuai sunatullah.

”Partai yang berbasis keagamaan ini diharapkan menjadi besar, sehingga bisa mencalonkan presiden dalam tahun mendatang,”tuturnya.

Eep sendiri berbicara kurang lebih selama dua jam, sementara sesuai makan siang ia beserta rombongan bertolak ke Pesantren Edi Mancoro di Gedangan untuk menemui ratusan kiai guna membahas rencana pemenangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah.(Suparman)

banner 521x10

Komentar