Presiden Ingatkan Regulasi Tidak Boleh Hambat Inovasi

13/10/2018 13:58:38 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, BALI

Inovasi dan perkembangan teknologi yang sedemikian cepat, akan selalu menuntut perubahan yang cepat juga. Kecepatan inovasi dan kreativitas para pelaku usaha lebih cepat, dibandingkan dengan kecepatan birokrasi dalam membuat peraturan dan prosedur yang bisa memayungi praktik bisnis yang belum pernah ada.

Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi pembicara kunci pada Bali Fintech Agenda yang digelar di Manganpura Hall, Hotel The Westin Resort, Kabupaten Badung, Bali pada Rabu, 11 Oktober 2018 mengingatkan kembali, akan sebuah langkah visioner yang dilakukan Bill Clinton ketika menghadapi masalah serupa dalam kurun 90-an lalu.

''Hal yang memungkinkan terjadinya booming internet pertama ini adalah sebuah keputusan visioner dari pemerintahan Bill Clinton untuk menciptakan sebuah tatanan regulasi yang dikenal dengan dua prinsip light touch dan safe harbor,''ujar Presiden.

Menurutnya, regulasi itu pada intinya memungkinkan para inovator untuk terus berkembang tanpa khawatir menabrak aturan yang sebelumnya berlaku.

''Hasilnya, inovasi tumbuh pesat dan tidak hanya menghasilkan peningkatan kesejahteraan dan keuntungan ekonomi, tapi juga menempatkan fondasi bagi internet modern saat ini,''paparnya.

Meski peristiwa itu telah berlangsung hampir 25 tahun lampau, lanjutnya, perkembangan teknologi dan inovasi saat ini menghadapkan banyak pemerintahan di berbagai negara kembali menghadapi masalah serupa.

''Teknologi telah semakin berkembang dan menjangkau jauh ke dalam fondasi-fondasi ekonomi, yang menggerakkan kehidupan saat ini. Metode pembayaran modern seperti Paypal, AliPay, Apple Pay, atau Go-Pay yang tumbuh pesat di negara Indonesia, menjadi salah satu bukti perkembangan itu,''ujarnya.

Ia menambahkan, Layaknya booming internet hampir 25 tahun lalu, tidak boleh direspon terburu-buru untuk meregulasi inovasi-inovasi baru itu, melainkan memberi ruang bagi inovasi dan eksperimen tersebut untuk tumbuh terlebih dahulu.

''Jadi inovasi lahir dari eksperimen dan kebanyakan dari eksperimen berakhir dengan kegagalan. Menghukum kegagalan berarti mengerdilkan eksperimen dan tanpanya tidak akan pernah ada inovasi.''

Dengan demikian, menurutnya, akan bertentangan bila berbicara tentang perlunya inovasi, namun menghukum kegagalan secara berlebihan (dengan regulasi yang mengekang). Oleh karena itu, regulasi pemerintah yang mengekang atau membatasi gerak kreatif para pelaku usaha, hanya akan mendorong mereka semakin menjauh bahkan melebihi ruang lingkup yang diatur.

''Yang jelas akan mendorong kegiatan ekonomi semakin menjauh dari ruang siber yang tidak hanya sulit mengaturnya, tapi juga menjadikan semakin tidak tahu apa yang terjadi hingga akhirnya terasa lambat,''paparnya.

Jokowi mengatakan pihaknya masih memiliki pekerjaan besar soal keterbukaan regulasi, terhadap inovasi itu dalam birokasi di Indonesia. Sangat dipahami apa yang dilakukan Bill Clinton di masa lalu adalah sebuah kebijakan yang tetap relevan dan realistis, untuk mendukung tumbuh suburnya inovasi di masa kini.

''Saya harap kita semua saling membantu, untuk mendorong keterbukaan terhadap standar global dan platform global,''ujarnya.

(Suparman)