Tol Batang-Semarang Lahannya Diperluas, Optimis Akhir Tahun Dioperasikan

13/10/2018 13:40:04 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Pembangunan Lahan Tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer akan diperluas, sebagai upaya untuk mengoptimalkan jalan tol itu di tiga wilayah yang dilintasi meliputi Kabupaten Batang, Kendal dan Kota Semarang.

Manajer Pengendalian Lahan Jasamarga Semarang-Batang Hadi Susanto mengatakan, Jasa marga akan menambah luasan lahan tol untuk wilayah Kabupaten Batang, Kendal dan Kota Semarang hingga mencapai 1.481 bidang.

''Penambahan bidang lahan itu, diperlukan untuk mengoptimalkan jalan tol Semarang-Batang di tiga wilayah yang dilintasi. Bahkan kini upaya pembebasan lahan terus dipercepat, agar dapat selesai tepat waktu sesuai yang ditargetkan,''ujarnya.

Menurutnya, dari 1.481 bidang lahan yang harus dibebaskan itu, luasannya mencapai 46 hektare dan seluruhnya harus bisa selesai tepat waktu. Bahkan pembebasan lahan tol Batang-Semarang itu yang terakhir, mengingat akhir tahun ini dijadwalkan sudah harus dapat diresmikan.

''Penambahan lahan ini, untuk dua lajur kanan kiri dan penambahan kaki-kaki penguatan,''tuturnya.

Menurutnya, saat ini bidang yang tengah dibebaskan dan masuk prioritas progresnya terus bertambah dan wilayah Batang sudah mencapai 90%, Kendal mencapai 50% dan Kota Semarang pada tahap pembayaran lahan di Kelurahan Kembangarum.

''Pembangunan proyek ruas tol Batang-Semarang itu terus dipercepat, agar rencananya bisa dioperasikan pada akhir tahun ini sesuai yang dijadwalkan,''katanya.

Dijelaskan, ruas Tol Batang-Semarang merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Trans Jawa yang dibagi menjadi 5 seksi, terdiri dari Seksi 1 Batang-Batang Timur (3,20 Km), Seksi 2 Batang Timur-Weleri (36,35 Km), Seksi 3 Weleri-Kendal (11,05 Km), Seksi 4 Kendal-Kaliwungu (13,50 Km), dan Seksi 5 Kaliwungu-Krapyak (10,10 Km).

Sesuai rencana akan dibangun 5 gerbang tol mencakup Gerbang Tol (GT) Tulis, GT Weleri , GT Kendal , GT Kaliwungu dan GT Kalikangkung.

Pengadaan tanah tol Batang-Semarang menggunakan dana Badan Layanan Umum (BLU) dari APBN, sedangkan investor telah diambil alih oleh PT Jasa Marga Waskita Karya, dari sebelumnya akan dikelola PT Marga Setia Puritama.

(Suparman)