Profesi Wartawan Rawan Tertular Covid-19

Berita, Megapolitan876 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Profesi  wartawan sangat rawan dan beresiko tinggi tertular Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), mengingat mobilitasnya tinggi ketika saat melakukan tugas jurnalistik dilapangan. Demikian dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dr. Siti Robiah Mubarokah ketika menyampaikan paparannya dihadapan media, di Ruang VIP Dinas Kesehatan, Kota Bogor, Rabu (03/2/2021)

“Oleh karena itu, betapa perlunya kedisiplinan bagi rekan-rekan wartawan untuk tetap patuh protokol kesehatan dan tetap jaga imunitas atau kekebalan tubuh, yakni dengan menerapkan 5M. Karena untuk pencegahan penularan Covid-19 tidak hanya melakukan vaksinasi saja, melainkan juga harus tetap taat pada protokol kesehatan yang ketat,” ujar dokter yang akrab dipanggil Obin

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Siti Robiah Mubarokah (kanan) didampingi Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erni Yuniarti (kiri) ketika menyampaikan paparannya di hadapam media

Menurut dokter Obin, peran wartawan dalam penyebarluasan informasi tentang kesehatan sangat penting. Terlebih, media yang selama ini telah membantu mempublikasikan rilis Dinkes Kota Bogor sebagai wujud pembangunan opini publik. Untuk itu, pihaknya berharap agar para wartawan tetap disiplin dalam menjaga dan mentaati protokol kesehatan  secara ketat dan benar.

“Media telah membantu  Dinkes dalam pembangunan opini publik serta penyampaian informasi positif terkait langkah dan kinerja yang kami lakukan. Semoga susatu saat nanti para wartawan akan mendapat giliran vaksinasi,” ujar Siti Robiah yang didampingi Kapala Seksi Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Kota Bogor, Erni Yuniarti.

Lebih lanjut Obin mengatakan, sampai saat ini belum ada instruksi mengenai pemberian vaksinasi gratis kepada para jurnalis, karena untuk sementara ini, vaksinasi baru diberikan (diutamakan) terlebih dahulu kepada para tenaga kesehatan (Nakes) sebagai garda terdepan dalam membantu penanganan pasien Covid-19.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kota Bogor, Farida

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Kota Bogor Farida lebih menekankan pentingnya peran media dalam memberikan edukasi (pendidikan-red,) khusunya tentang pandemi Covid-19 yang saat ini masih ada sebagain masyarakat yang tidak mempercayainya bahwa Covid itu ada.

“Media memeliki peran sangat penting untuk memberikan informasi sekaligus pendidikan tentang kesehatan, khususnya mengenai protokol kesehatan terkait dalam pencegahan penularan Covid-19, yaitu dengan mengajak mayarakat untuk melakukan protokol kesehatan dan ketaatan isolasi mandiri, meski dirinya sudah divaksinasi,” ucapnya.

Selain itu, Farida juga menekankan pentingnya memberikan penjelasan mengenai bahasa-bahasa ilmiah kesehatan, sehingga bisa dengan mudah dipahami oleh masyarakat, meski sebenarnya masyarakat kita sudah pintar dan cerdas.

“Dinkes Kota Bogor menggandeng dan bekerjasama dengan media dalam penyebarluasan informasi kesehatan serta data informasi mengenai jumlah kasus Covid di Kota Bogor, baik pasien yang sakit, sembuh maupun yang meninggal,” imbuhnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Dewan Pers Hendri Ch Bangun juga mengatakan, sejak Covid-19 ini merebak di Indonesia, pihaknya selalu mengingatkan kepada para pimpinan redaksi media dan pemilik perusahaan media, agar wartawan dalam bertugas terkait Covid-19 pertama-tama adalah memprioritaskan keselamatan dirinya, karena sifat penularan virus Corona ini sangat cepat dan tidak terdeteksi cara menularnya.

“Kami sebelumnya juga telah menghimbau kepada pimpinan perusahaan media, diminta untuk mengingatkan wartawannya yang bertugas dilapangan,” pungkas Hendri yang juga Ketua Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat tersebut. (Piya Hadi)

banner 521x10

Komentar