oleh

PSB IPB University Telusuri Jejak Bencana di Indonesia

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Pusat Studi Bencana (PSB), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University bentuk tim Telusur Jejak Bencana (TJB). Tim ini menelusuri jejak bencana di utara dan selatan Jawa yakni pesisir utara Jawa, Gunung Kelud, Pacitan dan Yogyakarta pada awal Agustus lalu.

Dalam siaran pers Bagian Humas IPB University yang diterima INILAHONLINE.COM, Selasa (13/8/2019) dijelaskan, Tim TJB terdiri dari Dr Perdinan, Dr Syamsul Bahri Agus, Rifki Aldi Ramadhani dan bekerjasama dengan Piarea serta dua peneliti lainnya yaitu Abdull Basith dan Ryco Farisca.

Kepala PSB, yang juga sebagai Ketua Tim TJB IPB University, Dr Yonvitner mengatakan, program ini dilakukan untuk menelusuri jejak bencana dan mengetahui strategi dalam adaptasi dan mitigasi bencana yang dikembangkan oleh masing-masing lokasi. Puncaknya adalah di Gunung Kelud. Selama di Gunung Kelud, Tim IPB University menelusuri puncak Gunung Kelud untuk memperdalam dampak dan pengaruh perubahan iklim terhadap kondisi masyarakat di lingkungan Gunung Kelud.

‘’Kami ingin memperdalam informasi tentang Gunung Kelud karena berhubungan dengan riset kolaboratif yang dilaksanakan di Gunung Kelud antara IPB University, Unversitas Gadjahmada, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Airlangga,” terang Yonvitner.

Menurutnya, tim juga melakukan pengamatan gerakan aktivitas tanah sebelum dan sesudah Gunung Kelud meletus. Melalui kegiatan ini dapat dipelajari tanda-tanda dari aktivitas gunung api melalui indikator tanah dan iklim serta untuk menyusun sistem early warning system dengan pertimbangan indikasi fisik aktivitas Gunung Kelud dan kesesuaian lahan di Gunung Kelud. 

Setelah dari Gunung Kelud, tim bergerak ke Trenggalek, Ponorogo, Pacitan dan Yogyakarta. Dari perjalanan ini, tim mencatat musim kemarau yang panjang meningkatkan potensi bencana berupa longsoran tanah. 

“Memang jalur selatan yang banyak berbatu dan berada dalam posisi yang terjal, potensial mengalami longsoran saat musim hujan nanti. Program telusur jejak bencana ini menjadi salah satu upaya dari PSB untuk menggali lebih dalam potensi bahaya dan sebarannya di tanah air. Sehingga ke depan dapat dikoordinasikan dengan berbagai pihak dalam mengurangi risiko yang terjadi,’’jelasnya.

Yonvitner menambahkan, ke depan PSB IPB University merencanakan akan merancang program yang sama pada area dan potensi risiko yang berbeda,” ujarnya.

(Periksa Ginting)

Komentar