PT. Sentul City, Tbk Bukukan Pendapatan Bersih Rp 378 Miliar Dengan Laba Kotor RP 218 Miliar


INILAHONLINE.COM, BOGOR – Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang dinamis Perseroan, pada laporan Q3 2023 berhasil membukukan pendapat bersih Rp 378 miliar dengan laba kotor Rp 218 miliar. Hal itu diungkapkan Presiden Direktur PT Sentul City, Tbk, Tjetje Muljanto pada Public Expose PT. Sentul City, Tbk di Hotel Neo, Babakanmadang, Kabupaten Bogor.

“Meskipun terdapat banyak bantuan tantangan dalam perekonomian Indonesia pada tahun 2023. Kami bersyukur Perseroan melaporkan bahwa upaya perusahaan menghasilkan pendapata bersih yang baik sebesar Rp 378 milar dan laba kotor Rp 2018 miliar,” kata Tjetje Muljanto, Selasa (12/12/2023).

Menurutnya, Sektor hotel, restoran dan taman hiburan di Sentul City berkontibusi positif, dengan mencatat kenaikan Rp 16,1 miliar atau 13,5 persen pada September 2023, yaitu menjadi Rp 135,4 miliar dibandingkan dengan periode September 2022 sebesar Rp 119,3 miliar.

“Perseroan dalam kurun waktu Januari sampai dengan November 2023, juga berhasil mengembangkan produk-produk yakni, Spring Valley, Parkville, Centrona Residence, Centronia Square, Spring Valley Extension dan Spring Residence,” paparnya.

Terkait  dengan marketing sales, perseroan menyatakan behwa tahun 2023 merupakan tahun kebangkitan, Tjetje menandaskan, saat ini9 sampai dengan pertengahan November 2023 Perseroan telah berhasil melakukan penjualan senilai marketing sales Rp 697 miliar.

“Untuk terus mengembangkan kawasan perkotaan Sentul City, Perseroan saat ini sudah dan terus mengkaji dan mempersiapkan produk-produk unggulan dan fasilitas-fasilitas penunjung kawasan yang sangat krusial,” paparnya.

Lebih lanjut Tjetje mengatakan, Perseroan akan akan memanfaatkan sisa waktu yang ada sampai dengan 31 Desember 2023 untuk terus mendorong percepatan penjualan yang telah berjalan dengan baik dalam arah yang benar.

Selain itu juga Tjetje mengatakan, pada tahun 2023 adalah merupakan tahun yang penuh dinamika, karena setelah beberapa tahun berlaku penetapan Bencana Nasional penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai bencana nasional dengan doberlakukan pembatasan , maka p[ada tahun 0ni merupakan berakhirnya status pandemi Covid-19 yang diharapkan dimulainya pemulihan ekonomi nasional.

“Tahun ini terdapat proses perhelatan politik nasional yang terkalit tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemiolihahn Legislatif (Pileg) 2024, sehingga memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mulai menggeliat pasca Epidemi Covid-19,” ujarnya.

Lebih jauh Presiden Direktur PT Sentul City, Tbk, Tjetje Muljanto membeberkan, selain bencana Covid-19 peristiwa global lainnya adalah konflik di Ukrania dan Palestina telah menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. “Melemahnya perekonomian global akan berdampak berdampak apada perdagangan international dan mempengaruhi pertumbuhan di Indonesia,” imbuhnya.

Tjetje menambahkan, kenaikan harga minyak mentah global akan semakin menekan daya beli dan konsumsi rumah tangga yang pada gilirannya menghambat upaya pemulihan ekonomi pada pandemi. Akibatnya Indonesia merivisi proyeksi pertumbuhan ekonominya menjadi 4,5 persen hingga 5,3 persen,” pungkasnya. (Piya Hadi)

banner 521x10

Komentar