“Mungkin ada yang bilang, bayar Rp36.000 itu mahal ya, tapi akan terasa kalau terjadi bencana dan mengakibatkan puso. Kan lumayan kalau diasuransikan, perhektar akan mendapat ganti Rp6 juta dari cover asuransi itu. Lumayan kan, meski puso namun tetap merasakan hasil panen,” tegasnya.
Selain cadangan benih gratis dan asuransi petani, Ganjar juga akan terus mengoptimalkan kartu tani. Menurutnya, dengan kartu tani itu akan terdata semuanya, siapa tanam apa, dimana dan kapan panen akan terdata dengan baik.
“Sehingga kalau ada laporan, kita langsung buka datanya. Kalau bener, valid, maka bantuan tepat sasaran,” tambahnya.
Ganjar juga meminta masyarakat khususnya petani yang mengalami puso akibat bencana tidak khawatir. Menurutnya, bencana itu memang sudah ditakdirkan, sehingga harus diterima dengan lapang dada.
“Namun yang harus diyakini, bahwa pemerintah sudah menyiapkan berbagai hal untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, ribuan hektar lahan pertanian di Jawa Tengah mengalami puso akibat bencana banjir. Beberapa daerah yang paling terdampak adalah Kebumen, Kudus, Banyumas, Pati, Pekalongan dan Batang.
(Suparman)





























































Komentar