PWI Kabupaten Bogor Gelar Safari Jurnalistik

Berita, Megapolitan89 Dilihat

INILAHONLINE.COM, CIBINONG – Wartawan harus memiliki sikap independen, akurat, profesional dan berimbang dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Hal itu disampiakan Ketua Perstauan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor, H. Subagio saat memaparkan materinya dalam kegiatan Safari Jurnalistik PWI Kabupaten Bogor, yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Cibinong, Rabu (26/10/2022)
 
“Wartawan Indonesia harus beretika, berwawasan dan profesional serta menguji, meneliti dan melakukan croschek terhadap setiap informasi yang diterima kepada nara sumber yang jadi obyek pemberitaan” ujarnya
 
Menurut Subagio, keberadaan Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan adanya Kode Etik Jurnalistik, adalah merupakan rambu rambu kaidah jurnalistik yang wajib ditaati para insan pers, sehingga wartawan dalam melakukan tugas jurnalistiknya diharapkan jangan sampai melanggar UU Pers tersebut.

“Sebab dengan mentaati rambu rambu ini, wartawan tidak bisa bertindak seenaknya dalam menjalankan tugas profesinya sebagai wartawann ketika menjalankan tugas jurnalistik sebagai kontrol sosial sekaligus memberikan informasi berita yang akurat dan obyektif,” paparnya.
 
Lebih lanjut Subagaio mengatakan, wartawan bukan mahkluk yang kebal hukum dan mereka bisa bisa bethadapan dengan hukum jika melanggar Undang-Undang dan Kode Etik Jurnalistik  sesuai dengan tingkat permasalahan yang mereka buat
 
Masih kata Subagio, wartawan setiap dalam menjalankan tugas peliputan, menggali dan mengumpulkan informasi, konfirmasi atau pun klarifikasi haruslah mengedepankan obyektifitas dan jangan menyajikan opini tanpa didasari fakta.
 
“Dalam membuat berita, wartawan juga tidak dibenarkan mengadili atau menjustifikasi pihak-pihak yang diberitakan sebagai obyek pemberitannya, Oleh karena itu wartawan wajib mengedepankan azas praduga tidak bersalah,” tuturnya.
 
Selain itu, Suagio juga menambahkan dengan adanya UUU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bisa mengancam wartawan jika dalam menulis atau memuat beritanya tidak berdasarkan obyektif dan fakta, sehingga m enjadi berita bohong (hoax), yang tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan pencemaran nama baik seseorang yang bisa berujung pada tuntutan pidana.
 
“Namun demikian, tidak semua berita hasil karya jurnalistik pers bisa dipidanakan, karena setipa pemberitaan yang dianggap merugikan pihak yang diberitakan sesuai mekanisme wajib melakukan atau melayangkan hak jawab kepada media yang dimaksud dengan ditembusan ke Dewan Pers,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Wakil Ketua III, Saeful, Kurnia dan Dewan Penaehat PWI kabupaten Bogor, Untung Bachtiar dalam pemaparannya menekankan, bahwa profesi wartawan harus betul-betul memahami dan menjalankan Kode Etik Jurnalistiknya, untuk menghindari delik hukum yang bisa menyeret pribadi wartawan tersebut ke ranah pidana.
 
Sementara camat Cibinong Ruslian, mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan yang di prakarsai oleh PWI. “Kami selaku pelayan masyarakat tidak bisa menghindar dan bertemu dengan para awak media, karena selaku sosial kontrol dan menjalankan UU dan untuk itu mari kita saling bersinergi, ” pungkas Ruslian.
 
Kegiatan Safari Jurnalistik yang diselenggarakan PWI Kabupaten Bogor tersebut, dilaksanakan di Aula Kecamatan Cibinong dan diikuti oleh para Lurah se-Kecamatan Cibinong serta  para pejabat setingkat kepala seksi pada instansi terkait. (Basir)

banner 521x10

Komentar