oleh

Rasa Haru Warnai Kepulangan Korban Wamena Asal Magelang

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Rasa haru mewarnai kepulangan warga asal Kabupaten Magelang yang menjadi korban kerusuhan Wamena. Ada enam orang yang pulang kampong, mereka tiba di Bandara Adjisucipto Yogyakarta, Kamis (10/10/2019) tadi malam, dijemput oleh Kepala Dinas Sosial, PPKB PPPA (Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana, Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak), Retno Indriastuti.

Setelah tiba di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, rasa lega dan gembira terlihat dari wajah mereka yang diantaranya adalah anak-anak. Karena untuk bisa pulang kampung, harus menunggu hingga tiga hari di Wamena untuk bisa mendapatkan pesawat yang difasilitasi oleh pemerintah.

Menurut Sujiyoto (27) warga korban Wamena mengaku, tidak menyangka dirinya akan mengalami pengalaman yang luar biasa saat bekerja di Wamena. Sebenarnya, di Wamena sudah merasa senang dan nyaman. Namun setelah adanya kerusuhan, membuat warga pendatang merasa ketakutan.

Kerusuhan Wamena sangat menyedihkan, karena warga pendatang menjadi sasaran amarah warga Wamena, rumah maupun fasilitas yang ada dirusak dan dibakar, termasuk mobil milik warga pendatang. Maka saat pulang kampong, tidak ada barang yang bisa di bawa pulang, kecuali pakaian yang menempel di badan.

“Pengalaman yang sungguh tak mudah untuk dilupakan. Terima kasih bapak Bupati Magelang dan dinas sosial kabupaten magelang yang sudah menjemput dan mengantar kami pulang ke Magelang.” imbuhnya, yang bekerja sebagai buruh bangunan di Wamena kemarin.

Retno Indriastuti. Jumat (11/09) menjelaskan, pihaknya memfasilitasi untuk penjemputan mereka dari Wamena hingga sampai di kampong asalnya di Kabupaten Magelang. Selanjutnya, dilakukan assesment oleh pekerja sosial untuk mengetahui kebutuhan selanjutnya. Termasuk kebutuhan soal pendidikan bagi anak usia sekolah.

Ke enam orang korban kerusuhan di Wamena dari Kabupaten Magelang, terdiri dari dua keluarga, masing-masing adalah Sujiyoto dari Dusun Buburan II RT 14 RW 06, Desa Tempak, Kecamatan Candimulyo. Sebelumnya, ia mengungsi dari Komlek Lantamal Jayapura.

Sedang korban kedua, adalah Ibu Luliyani beserta empat orang anaknya. “Yang bersangkutan berasal dari Dusun Geger Desa Girirejo, Kecamatan Tegalrejo. Ia bersama empat anaknya sebelumnya mengungsi di komplek rindam XVII/Cendrawasih,” ungkapnya.

Pada tanggal 10 oktober 2019, Pemkab Magelang memfasilitasi kepulangan mereka dengan menggunakan angkutan pesawat komersial, berangkat dari Bandara Sentani Jayapura pukul 11.00 WIT dan sampai di Bandara Adisucipto Yogyakarya pukul 20.40.

“Setelah kami jemput di Bandara Adisucipto, Yogyakarta, mereka selanjutnya kami antar ke rumah masing-masing untuk ketemu keluarhanya,” pungkasnya.

(Ali Subchi)

Komentar