oleh

Realisasi Investasi PMA dan PMDN Provinsi Jateng Capai Rp20,44 Triliun

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) semester pertama tahun 2017 di Provinsi Jawa Tengah, sudah mencapai Rp 20,44 Triliun atau 49 persen dari target sampai akhir tahun ini sebesar 41,70 persen.

”Dari sejumlah tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp 12,65 triliun, sedangkan PMDN sebesar Rp 7,79 triliun. Untuk jumlah proyek totalnya sudah mencapai 1.443, terdiri dari 675 proyek PMA dan 769 proyek PMDN,” kata Prasetyo Ariwibowo Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMP-TSP) Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Selasa (1/8/2017).

Menurut Prasetyo, pertumbuhan invetasi di Jateng jika dilihat dari data per daerah, realisasi investasi PMA tertinggi ditempati oleh Kabupaten Jepara, yaitu mencapai 104 proyek dengan nilai sebesar 532 ribu dollar AS. Sedangkan untuk PMDN tertinggi berada di Kabupaten Karanganyar sejumlah 29 proyek dengan nilai sebesar 1,8 juta dollar AS.

”Kalau dilihat dari jumlah serapan tenaga kerja, semester pertama tahun 2017 mencapai 71.035 orang. Dari jumlah itu terdiri dari 50.252 orang di PMA dan 20.783 orang di PMDN,”ungkapnya.
Untuk jumlah perizinan yang ada sekarang ini, lanjut dia, dalam smester pertama ini tercatat 6.467 izin yang diajukan ke provinsi.”Jadi ada peningkatan dibanding tahun 2016 di smester pertama sejumlah 5.938 izin atau naik sekitar 8,18 persen,”katanya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmiko menyoroti naiknya jumlah perusahaan yang terus meningkat tersebut, kebutuhan tenaga kerja juga semakin dibutuhkan terhadap perusahaan baik PMA maupun PMDN. Untuk itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan supaya menggenjot keberadaan sekolah vokasi.

”Sekarang ini banyak lulusan sekolah menengah Kejuruan (SMK) yang kompetensinya tidak banyak dibutuhkan oleh industri sekarang ini, sehingga lulusan tersebut tidak terserap oleh pasar,”ujarnya.

Heru meminta, untuk pendidikan vokasi informal meminta kepada Dinas Tenaga Kerja supaya memperbanyak pelatihan-pelatihan ketrampilan, sebagaimana yang dibutuhkan oleh industri dan dunia kerja pada umumnya.’

”Diharapkan Dinas Tenaga Kerja banyak melakukan pelatihan-pelatihan supaya banyak lulusan yang belum terserap di dunia kerja, bisa terserap perusahaan yang membutuhkan tenaga tersebut,”tegasnya.(Suparman)

Komentar