Realisasi Pendapatan Daerah Jateng Diperkirakan Bisa Melebihi Target yang Ditentukan

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Realisasi pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada triwulan kedua 2018, mencapai Rp 12,804 triliun atau 52,45 persen dari target yang ditentukan tahun 2018 sebesar Rp 24,413 triliun. Melihat capaian ini setidaknya membuat Pemprov optimis bisa mencapai target tersebut.

”Capaian tersebut cukup tinggi apabila angka itu direalisasikan pada awal tahun, sehingga capaian sudah bisa diperoleh Rp 52,45 persen, Bahkan mendekati akhir tahun hasilnya bisa melebihi target,”kata Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Pemprov Jateng Taviv Supriyanto di Semarang,Senin (27/8/2018).

Dijelaskan, target ini bisa dilihat dari realisasi pendapatan daerah yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 6,481 triliun atau 49,88 persen, dan dana perimbangan Rp 6,295 triliun atau 55,41 persen dari target Rp 11,363 triliun. Sedangkan pendapatan lain yang sah sebesar Rp 27,75 miliar atau 50,05 persen dari target Rp 55,45 miliar.

”Capaian ini bisa dari PAD Jateng disokong dari berbagai sektor pajak, diantaranya pajak kendaraan bermotor (PKB) terealisasi Rp 1,9 riliun (48,2 persen). Angka itu melebihi melebihi target tahapan 43 persen,”katanya.

Target lain BPNKB menurutnya,teralisasi Rp 1,671 triliun atau 54,59 persen dari target tahapan 43 persen. PBB-KB terealisasi Rp 872,37 persen melebihi target tahapan 42,7 persen, pajak air permukaan/air bawah tanah terealisasi Rp 7,64 miliar atau 74,99 persen dari target tahapan 43 persen.

”Hanya untuk pajak rokok terealisasi sebesar Rp 686,19 miliar atau 33,32 persen dari target tahapan 20,99 persen,”paparnya.

Meski demikian, lanjutnya, untuk realisasi keuangan belanja daerah mencapai Rp 10,2 triliun (40,81 persen) dari alokasi anggaran Rp 24,993 triliun. Hal itu terdiri dari belanja tidak langsung yang terealisasi Rp 7,761 triliun (42,52 persen) dari alokasi anggaran Rp 18,253 riliun dan belanja langsung yang terealisasi sebesar Rp 2,438 triliun (36,18 persen) dari alokasi anggaran Rp 6,74 triliun.

”Diharapakan pada triwulan ketiga dan seterusnya realisasi dari target yang ditentukan, bisa terpenuhi dan keungkinan bisa melebihi target yang ditentukan,”harapnya.

Ketua Komisi A DPRD Jateng Masruhan Samsuri mendesak Pemprov terus menggenjot sektor-sektor yang menjadi sumber PAD, sehingga targat yang ditentukan bisa mencapai secara maksimal. Namun jika pertumbuhan ekonomi semakin bagus, maka faktor pendukung perekonomian sudah seharusnya tercapai melebihi target.

”Oleha karena itu, untuk mencapai target yang ditentukan harus ditingkatkan kinerjanya, sehingga manfaat hasil tersebut bisa dimanfaatkan untukpembangunan Jateng ke depan,”papar Masruhan.(Suparman)

banner 521x10

Komentar