oleh

Ribuan Anggota Dilarang Masuk, Muscab IDI Jakarta Pusat Ricuh

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Kericuhan terjadi saat pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Pusat, yang berlangsung di Apartemen Batavia, Tanah Abang, Sabtu (24/11). Sebagian besar anggota IDI Jakarta Pusat tidak bisa masuk ke area Muscab karena aturan dari panitia tidak sesuai AD/ART.

Anggota IDI Jakarta Pusat Dr Robby Oktadinata mengatakan, alasan yang diungkapkan panitia sungguh tak masuk akal. Karena dalam AD/ART dan petunjuk pelaksanaan organisasi tidak tertulis.

“Saya sebagai anggota IDI Jakpus melihat hal-hal yang tidak demokratis. Seperti usaha menghalangi kami yang mempunyai hak milih untuk masuk,” ujar Robby, di area Muscab, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11)

Dari lima ribu anggota IDI Jakarta Pusat, hanya sedikit yang diperbolehkan masuk. Diduga ini sebagai cara dari calon ketua petahana untuk mempertahankan posisinya.

“Ini ada upaya untuk mencegah adanya suasana demokratis dalam pemilihan. Saya sangat prihatin, padahal dokter profesi mulia tetapi dalam pemilihan semua bobrok,” ucapnya.

Dalam edaran yang dikeluarkan oleh Tim Seleksi Calon Ketua IDI Cabang Jakarta Pusat, dituliskan bahwa syarat untuk menjadi bakal calon harus mendapat dukungan minimal 20 orang anggota IDI Cabang Jakarta Pusat. Padahal di AD/ART sendiri untuk menjadi bakal calon hanya butuh dukungan dari satu anggota IDI.

“Seperti calon harus pernah menjadi pengurus IDI Cabang Jakarta Pusat, harus ber-KTP DKI, Depok, Tangerang, Bekasi. Itu semua tidak ada tertulis di AD ART dan petunjuk pelaksanaan IDI,” tukasnya.

Selain itu setiap anggota IDI Cabang Jakarta Pusat terlebih dahulu harus mendaftar maksimal pada 22 November kemarin. Pemilih harus mendaftar dua hari sebelum hari H, dan panitia tidak terima pendaftaran onsite. Ada satu syarat yang aneh yaitu pendafatar harus mengirim foto bukti bayar iuran.

(Badar)

Komentar