RS Proklamasi Tolak Pasien Kondisi Pendarahan Selepas Melahirkan

Berita, Pantura, Peristiwa756 Dilihat

INILAHONLINE.COM, KARAWANG

Pasien beresiko tinggi yang mengalami pendarahan akibat persalinan,Wulan Ambarwati warga Dusun Pacing Utara RT 08/03 Desa Dewisari kecamatan Rengasdengklok ditolak Rumah Sakit Proklamasi Rengasdengklok dengan alasan yang tidak jelas, akhirnya pasien dilarikan menggunakan mobil pribadi bidan ke RSUD Karawang.

Suami pasien, Yanwar (27) mengatakan kejadian bermula saat isterinya Wulan ketika proses persalinan, semuanya berjalan normal hingga melahirkan seorang bayi laki laki dengan berat badan 3.2 kg panjang 45 cm, namun 5 jam kemudian terjadi pendarahan dan oleh Bidan yang menangani di bawa ke RS Proklamasi tujuannya agar dapat melakukan pertolongan medis namun saat di tangani tim Medis menyarankan di bawa ke RSUD Karawang.

Menurutnya, pihak RS Proklamasi saat diminta bantuan untuk meminjamkan ambulan dan sewa tabung gas di tolak pihak RS dengan berbagai alasan. Akhirnya pasien dilarikan menggunakan mobil pribadi Bidan hingga sampai ke RSUD.

“Ini sangat mengecewakan saya karena pihak RS Proklamasi tidak peduli dengan kondisi yang di rasakan oleh istri saya. Bahkan demi menyelamatkan istri saya, ibu bidan sampai menawarkan berapa pun biayanya asalkan pasien di tangani secara medis, ” jelasnya.

Permintaan biaya yang akan ditanggung oleh Bidan pun ditolak, lanjut Yanwar, untungnya sesampainya di RSUD Karawang Tim medis IGD cekatan menangani, “Akhirnya istri saya dapat tertolong,” katanya.

“Saya sangat kecewa dengan pelayanan RS Proklamasi, selain menolak biaya tanggungan dan sewa ambulan. Untungnya Ibu Bidan membawa mobil pribadi sehingga istri saya bisa di bawa ke RSUD Karawang ,” ungkapnya.

Sementara itu, Bidan Mulyadi, yang menangani pasien saat dimintai keterangan menjelaskan bahwa awalnya, persalinan berjalan normal namun menjelang pagi pasien mengeluarkan darah banyak, karena khawatir lalu di bawa ke RS Proklamasi. Tapi oleh pihak RS Proklamasi anjurkan untuk di bawa ke RSUD.

“Disayangkan saat kita mau bawa minta di antar mobil ambulan, pihak rumah sakit mengatakan tidak ada supir, sampai sewa tabung gas pun tidak diberi, karena melihat kondisi pasien semakin memburuk terpaksa di larikan menggunakan mobil pribadi saya sampai ke RSUD,” kat Bidan Mulyadi.

“Saya berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menolong pasien, tapi upaya tersebut tidak di dukung pihak RS Proklamasi,” pungkasnya.

(Yogie)

banner 521x10

Komentar