oleh

Rumah Sakit Lapangan Kota Bogor Sudah Terisi 75 Persen Pasien Covid-19

INILAHONLIE.COM, KOTA BOGOR – Tempat tidur untuk pasien positif Covid-19 di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kota Bogor terisi 75 persen dari 64 tempat tiduryang tersedia. Hal itu disampaikan Juru Bicara RSL dr Armein Sjuhari Rowi M.Kes kepada wartawan melalui telepon selulernya di Kota Bogor, Rabu(10/2/2020) malam

“Dari 68 tempat tidur itu, ada 48 orang  pasien positif Covid-19 terdiri laki-laki ada 26 orang, menempati ruang rawat inap isolasi di lantai tiga, sedangkan pasien perempuan ada 22 orang, menempati ruang rawat inap di lantai dua,” jelas Armien..

Menurutnya, dari 48 pasien positif Covid-19 tersebut seluruhnya bergejala ringa yang dirawat pada Rabu malam ini, sebanyak 34 pasien berasal dari Kota Bogor, 11 pasien dari Kabupaten Bogor, serta tiga pasien lainnya dari luar Bogor, yakni dari Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Tangerang.

“Ruang rawat inap laki-laki di lantai tiga serta ruang rawat inap perempuan di lantai dua, masing-masing sebanyak 28 tempat tidur seluruhnya adalah ruang rawat isolasi bertekanan negatif,” ujarnya.

Ruang Tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di Rumah Sakil Lapoangan (RSL) Kota Bogor

Lebih lanjut Armien mengatakan, sejak RSL diresmikan dan beroperasi pada Senin (18/1), sampai saat ini telah merawat sebanyak 120 pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan dan sedang. Dari jumlah tersebut 74 pasien sudah keluar, baik telah dinyatakan sembuh, dirujuk ke RSUD Kota Bogor untuk penanganan lebih intensif, maupun atas permintaan sendiri (APS)

“RSL Kota Bogor menerima pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan yang dirujuk dari fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Bogor. Pasien tersebut telah terkonfirmasi positif melalui tes swab PCR,” paparnya.

Sekilas Tentang RSL Kota Bogor

Rumah Sakit Lapangan (RSL) Covid-19 Kota Bogor sudah beroperasi yang lokasinya berada di komplek GOR Pajajaran, rumah sakit yang dibangun dari hasil kerjasama Pemerintah Kota Bogor dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat ini, beroperasi sejak Senin (18/1/2021).

RSL ini diperuntukan khusus bagi pasien Covid dengan gejala ringan namun memiliki komorbid atau penyakit penyerta, dan pasien terkonfirmasi dengan gejala sedang. Dari total kapasitas daya tampung tersedia, 70 persen untuk warga Kota Bogor dan 30 persenuntuk warga luar Kota Bogor.

Keberadaan RSL tak lain untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan, sehingga diharapkan RSL mampu membantu meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian akibat Covid-19 di Kota Bogor.

Menurut Walikota Bogor Bima Arya ketika meresmikan beroperasinya RSL mengatakan, RSL ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kota Bogor dalam mengatasi lonjakan keterisian ruang isolasi. “Ikhtiar kita menambah ruang ICU maupun isolasi di RS rujukan Covid-19 di seluruh Kota Bogor. Sekarang ada 766 ruang isolasi dan 36 ICU di Kota Bogor,” ungkapnya.

“Ada beberapa RS yang sudah ditambah ruang isolasinya untuk menurunkan bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur isolasi,” kata Bima Arya

Sementara itu, Humas Sekretariat RS Lapangan, dr Armein Sjuhary Rowi yang juga Juru Bicara RSL Kota Bogor mengatakan, bagi warga masyarakat yang memerlukan pelayanan RSL, ada beberapa prosedur yang perlu diperhatikan yaitu, pasien yang datang harus segera diregistrasi untuk mengurangi potensi penyebaran virus melalui udara.

“Berikutnya, kondisi pasien diperiksa di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk persiapan, hingga akhirnya diantar untuk dirawat inap. “Kami sudah patok respon time, tidak boleh lebih dari lima menit,” kata Armein.

Menurutnya, memang durasi respon tergantung kondisi. Namun, yang perlu senantiasa diperhatikan adalah keamanan dari pasien, pengantar hingga karyawan. “Supaya tidak berdampak ke lingkungan, karena tempat ini, kiri kanannya masih ada perkantoran dan perumahan. Jadi perlu dihindari terjadinya air borne,” jelasnya.

Kesigapan pegawai juga diperlukan, termasuk cara melindungi diri dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang benar saat mempersiapkan diri untuk merawat pasien. Demikian pula jalur komunikasi dan koordinasi. Mulai dari meja registrasi sampai ke IGD lantai satu dan lantai berikutnya, harus terkoordinasi dengan baik.

 “Kami juga harus terkoneksi dengan call center yang ada di depan serta mampu memberikan informasi berapa pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Lebih lanjut Armaein menjelaskan, RSL di Wisma Atlet, GOR Pajajaran memiliki tiga lantai, dengan lantai dasar digunakan untuk penerimaan pasien serta instalasi gawat darurat. Lantai dua, khusus ruangan rawat inap untuk perempuan dan lantai tiga untuk pasien laki-laki. Instalasi gawat Darurat (IGD) didukung empat unit tempat tidur, dengan dua unit cadangan.

“Seluruhnya dilengkapi tiang infus, untuk mengantisipasi pasien yang memerlukan perawatan intensif dan perlu langsung diinfus. Juga alat untuk pasien yang mengalami syok. Fasilitas lantai satu juga dilengkapi tabung oksigen, ventilator dan ruangan khsusus radiologi,” imbuh Armin.

Sementara itu dua lantai atas, masing – masing dilengkapi lima ruang rawat inap dengan 28 tempat tidur. Dua kamar berisi masing-masing enam unit tempat tidur. Jumlah tempat tidur menurut Armein bisa ditambah sesuai kebutuhan, karena sesuai kapasitas, RS Lapangan bisa memuat 74 unit. Setiap tempat tidur di ruang rawat inap dilengkapi infuse set serta lemari – lemari kecil untuk keperluan makan dan minum pasien.

Masih kata Armin, di masing-masing lantai juga tersedia ruang untuk tempat istirahat perawat yang bertugas serta ruang khusus bagi perawat untuk menggunakan baju hazmat. Di situ, tersedia laci untuk menyimpan semua peralatan perawatan pasien, peralatan sterilisasi dan lain – lain. Di samping ruang perawat juga ada ruang penyimpan alat-alat kesehatan.

“Ada obat-obat demam, cairan infus dan obat-obatan pendukung lainnya. Termasuk peralatan seperti jarum suntik dan lain – lain, semua pakai APD level tiga,” tuturnya

Sementara itu ada 34 tenaga kesehatan yang siap melayani dan diproyeksikan bisa bertambah menjadi 52 orang. Menurut Armein jumlah nakes seluruhnya 222 orang yang sudah siap. Selain perawat yang sudah terdaftar, juga ada delapan dokter umum dan empat dokter spesialis.

Saat ini mereka yang bertugas, dibagi tiga shift, dari pukul 07.00 – 14.00 WIB, lalu pukul 14.00- 21.00 WIB, dan 21.00-07.00 WIB. “Kami akan mempersiapkan sampai dengan shift 4. Karena mereka harus diberikan waktu libur untuk mengembalikan kondisi fisik mereka,” pungkasnya.

Merawat pasien covid, seperti dituturkan Armein memang bukan tugas biasa. Pemakaian baju hazmat yang tertutup itu sangat mempengaruhi kesehatan petugas. Mulai dari turunnya kadar oksigen dan berkeringat dengan kondisi fisik yang lelah. Semoga mereka tetap sehat dan diberi kekuatan. (Piya Hadi)

Komentar