Sekolah di Jateng Siap Sambut Pembelajaran Tatap Muka

Meski demikian, pihaknya juga menyiapkan kurikulum terpadu yakni ada pembelajaran yang tatap muka, atau juga belajar melalui daring. Pembelajaran daring tetap dilakukan sehingga tidak melulu tatap muka. 

” Dari pembelajaran tatap muka akan dilakukan seefektif mungkin. Misalnya, sekolah tatap muka tidak perlu dilakukan seharian penuh dari pukul 07.00-15.00 WIB. Bisa mengurangi kerumunan dalam waktu relatif panjang,” ungkapnya.

Sriyanto juga meminta kerja sama semua pihak, termasuk orang tua dan masyarakat agar mendukung praktik pembelajaran tatap muka siswa. “Agar tujuan supaya tidak tertular Covid bisa tercapai,” imbuh dia.

Kaitannya pembatasan siswa selama belajar tatap muka berlangsung, sekolah masih menunggu regulasi. Namun dia berharap, jumlah siswa hendaknya hanya 50 persen dari kapasitas kelas secara bergantian. Dengan total siswa saat ini 1.391 dengan 41 rombel. 

SMKN 1 Salatiga juga berupaya keras mempertahankan diri, sebagai sekolah dengan zona hijau. Setelah arahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk meningkatkan kedisiplinan para guru terhadap protokol kesehatan.

“Sehingga yang sudah dicapai ini malah meninggalkan disiplin, aehingga akhirnya malah berbalik SMK 1 menjadi bagian area yang terpapar Covid,” pungkasnya.

Seorang siswa SMKN 1 Salatiga, Bunga Nuraziza menyambut baik rencana pembelajaran tatap muka. Mengingat jurusan sekolahnya yaitu Kecantikan, membutuhkan praktik langsung. “Bidang kita itu lebih ke ketrampilannya. Kita butuh praktik untuk menguasai materi,” kata Bunga ditemui tengah praktik di Laboratorium Kecantikan.

Kepala SMA N 2 Salatiga Muhammad Sahli mengatakan, menghadapi sekolah tatap muka pihaknya menyiapkan Satgas Covid-19 dan protokol kesehatan. Termasuk juga, pihaknya menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk penanganan antisipasi Covid-19. 

banner 521x10

Komentar