oleh

Semester 1/2019 Kinerja PT Sido Muncul Alami Pertumbuhan Secara Positif

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Kinerja manejemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menunjukkan peningkatan positif pada semester I/2019, sehingga optimis pada Semester II/2019 bakal mampu mencapai estimasi dengan target omset pendapatan mencapai sebesar Rp 3 triliun.

”Guna memperoleh pencapaian target dengan omzet sebesar itu, dengan memprioritaskan ekspor keAsia Tenggara. Karena sesuai dengan iklim, budaya dan kebiasaan negera di kawasan tersebut hampir sama dengan Indonesia,”ujar Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat di Semarang, Senin (29/7/2019).

Menurutnya, dalam dua tahun ke depan, Sido Muncul bakal menggenjot pasar Asia Tenggara di antaranya Vietnam, Kamboja dan Myanmar, serta Malaysia. Setelah berhasil menggenjot pasar ekspor Filipina, kini perusahaan sedang mempersiapkan lebih serius menggarap pasar ekspor ke Vietnam, sehingga saat ini masih menunggu proses pendaftaran produk di negara itu.

“Selain Vietnam pengembangan ekspor dilakukan perusahaan untuk pasar Malaysia, dengan memberikan support di negara tetangga itu. Produk kami tolak angin yang sudah beredar di pasar Malaysia lebih dari 8 tahun,” tutur David.

Menurutnya, sebelumnya realisasi ekspor ke Filipina terus mengalami peningkatan, karena sambutan masyarakat Filipina terhadap produk Tolak Angin sangat bagus. Selain poduknya pas sesuai nama Tolak Angin mirip dengan bahasa Tagalok yang Tolak Hangin.

“Realisasi ekspor ke Filipina semester I/2019 melebihi target permintaan, bahkan permintaan sepanjang 2019 telah terpenuhi, diharapkan ke depan pertumbuhan penjualan di Filipina mengalami percepatan, mengingat jumlah penduduk negara itu yang cukup besar serta dukungan kegiatan marketing yang kami lakukan semakin gencar,” tutur David.

Sementara kinerja Sido Muncul semester I/2019 berhasil membukukan pendapatan mencapai sebesar Rp1,41 triliun, tumbuh 10,67% year on year (yoy) dari semester I/2018 yang hanya senilai Rp1,27 triliun.

Direktur Utama PT. Sido Muncul, David Hidayat

Pendapatan sebesar itu, tutur David, kontribusi terbesar berasal dari segmen jamu herbal dan suplemen senilai Rp943,1 miliar, makanan dan minuman Rp403,45 miliar serta farmasi senilai Rp63,52 miliar.
Perolehan pendapatan dari masing-masing capaian segmen itu meningkat dari 6 bulan pertama 2018, sebesar Rp846,72 miliar, Rp375,36 miliar dan Rp52,21 miliar.

David mengatakan, laba bersih Sido Muncul pada semester I/2019 juga berhasil membukukan sebesar Rp374,12 miliar, meningkat 28,22% yoy dari sebelumnya hanya Rp291,77 miliar.

“Peningkatan laba itu menunjukkan marjin laba bersih (NPM) perseroan bakal meningkat hingga mencapai 26,53%, dibandingkan semester I/2018 hanya sebesar 22,89%.”ujarnya.

Kinerja saham SIDO di lantai bursa pun melaju pesat selama pekan lalu, seiring dengan peningkatan kinerja perusahaan. Transaksi tersebut membuat kapitalisasi pasar perusahaan juga meningkat menjadi Rp 15,08 triliun. Sepanjang 2019, harga sahamnya sudah menguat 19,64%, dan bergerak di rentang Rp 750-Rp1.070.

Pemasukan Sido Muncul dari divisi produk herbal di pasar domestik tumbuh 15 persen, karena kenaikan harga jual sekitar 4 -5 persen dan peningkatan volume penjualan 10 – 11 persen. Produk yang masih menjadi andalan Tolak Angin dan Tolak Linu.

David menuturkan untuk memperkuat pasar jamu, perusahaan yang berbasis di Klepu, Ungaran, Kabupaten Semarang itu berencana meluncurkan produk soft gel pada semester II/2019. Selain juga akan meningkatkan kapasitas ekstraksi herbal.

Saat ini, menurutnya, utilisasinya baru mencapai 50– 55 persen, dari kapasitas penuh 180 juta saset per bulan. Soft gel produknya kini sudah siap.

”Kami tinggal menunggu no registrasi dari BPOM. Mengenai berapa macam yang kami siapkan di tahun ini, tungu saja saat launching nanti,” ujarnya,”ujarnya.

(Suparman)

Komentar