oleh

Sentul City Kembangkan Township Management Dalam Pengelolaan Kota Mandiri

INILAHONLINE.COM, SENTUL

Sentul City terus mengembangkan Township Management dalam pengelolaan Kota Mandiri. Pasalnya town management enjadi sebuah kebutuhan saat ini dengan hadirnya hunian dan tempat usaha dengan infrastruktur dan fasilitas yang aman, nyaman, dan asri serta terawat dengan baik. Demikian Direktur Operasional PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC), Jonni Kawaldi Hasibuan dalam paparannya di acara Media Gathering Buka Bersama Direksi PT Sentul City dengan wartawan di BJA Meeting Room, Sentul City, Selasa (21/5).

“Kondisi ini sungguh berbeda jika dibandingkan era 80-an di manapengembang hanya membangun kawasan pemukiman skala kecil yang kemudian diserahkan ke pemerintah daerah. Akibatnya, prasarana umum pasca serah terima tidak terpelihara dengan baik. Selain itu, pemilik properti harus mengeluarkan dana untuk mendapatkan kondisi lingkungan aman, nyaman, dan asri,” paparnya.

Menurutnya, munculnya inovasi dari developer yang mengembangkan kotamandiri dengan konsep township management menawarkan hunian yang aman, nyaman, dan asri kepada konsumen dan konsep ini mendapat respons positif dari pasar terbukti dengan hadirnya beberapa pengembang munculnya developer yang mengembangkan kota mandiri dgn konsep township management menawarkan hunian yang aman, nyaman, dan asri kepada konsumen.

“Kota mandiri itu dibangun dengan tiga pilar utama infrastuktur, fasilitas dan township management. Untuk infrastuktur dan township management menjadi tanggungjawab developer, sedangkangkan fasilitas bisa dibangun oleh developer atau investor. Seperti di tempat kami di mana PT. SGC ditunjuk oleh PT Sentul City Tbk sebagai pengelola township management yang mengelola kawasan hunian Sentul City,” ungkapnya

Jonni menerangkan, township management mengelola tiga hal yakni pengelolaan lingkungan, pengelolaan air dan pengelolaan sampah di mana sasarannya adalah terciptanya kawasan hunian yang aman, nyaman dan asri.

Untuk pengelolaan lingkungan, pelayanan yang diberika PT SGC antara lain customer service, keamanan, landscape, kebersihan, penerangan jalan umum, penegakan tata tertib, billing and collection, community development, logistic controller, government relation, city development dan corporate social responsibilty.

“Terkait pengelolan air PT SGC membangun kerjama air curah dengan PDAM, produksi air bersih, distribusi, maintenance, quality control dan new source development,” paparnya.

Sedangkan untuk pengelolan sampah, yang dilakukan PT SGC adalah sosialisasi dan edukasi, pengangkutan, pemilihan, pengolahan, bank sampah dan pemasaran produk olahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jonni menjelaskan, Untuk kebersihan, pihaknya sudah membangun TPS 3R yang diberi nama Sentul City Recycle Center (SCRC) yang minggu lalu ditinjau oleh Bupati Bogor dan Dirjen Pengolahan Sampah dan Limbah B3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sampah dipilah oleh warga kemudian dangkut dan dikelola di SCRC, sehingga tak perlu lagi membuang ke Tempat Pembungan Akhir (TPA) sampah di Galuga, Kabupaten Bogor.

“Adapun pelayanan-pelayanan lain PT SGC yang diberikan kepada warga Sentul City antara lain, penyediaan tenaga keamanan di dalam dan luar cluster selama 24 jam dengan sistem pengamanan terpadu, meliputi penjagaan di gerbang cluster, penyediaan boom gate dan CCTV di gerbang cluster, patroli dalam cluster, patroli luar cluster,Unit Reaksi Cepat, Unit lantas, Unit Pemadam Kebakaran, Unit Satwa. Emergency Call 24 jam,” kata Jonni.

Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi teritorial dengan aparat keamanan setempat dan untuk menjaga kualitas pengaman terpadu, maka dibentuk Unit Pengawasan Dalam dari unsur Polri dan TNI. Bahkan untuk untuk menjaga lingkungan tetap asri dan nyaman, PT SGC memberikan pelayanan perawatan landscape meliputi pemotongan rumput bahu jalan, pemotongan rumput ruang terbuka hijau, perawatan pohon jalan, perawatan taman gerbang dan taman lingkungan, pengangkutan sampah hijau.

“Selain mengolah sampah, kita juga lakukan penyapuan jalan, sweeping ular, pengasapan nyamuk, perawatan pohon dan taman termasuk kegiatan pemupukan, pemangkasan, pendangiran, pencabutan gulma, penyulaman, dan penyiraman,” ujarnya.

Menurut Jonni, yang tak kalah pentingnya adalah mengenai Penerangan Jalan Umum (PJU) guna menjaga keamanan dan kenyamanan warga Sentul City, PT SGC memberikan pelayanan penerangan jalan umum di lokasi dalam dan diluar cluster. Untuk mendukung tugas tersebut SGC telah investasi satu unit kendaraan skylift dengan tim teknis yang siaga sejak pukul 08.30 hingga 23.30 WIB. Pengaduan di luar jam tersebut bisa disampaikan ke emergency call 911.

“Kita punya logistic controller untuk mendukung kecepatan layanan, legal goverment relation dan special project misalnya peningkatan transportasi terpadu, penataan ketertiban kota, layanan priviledge card, penyusunan dan penerapan konsep smart city, dimatangkan dan dilaksanakan oleh unit kerja LGR,” tambahnya.

Untuk Billing sendiri PT SGC telah bekerjasama dengan beberapa perbankan untuk menerapkan sistem pembayaran non tunai (cashless).

Guna mengoptimalkan penerimaan pembayaran tagihan BPPL, SGC membentuk tim collection yang berfungsi melakukan follow up penagihan kepada warga yang telah menikmati pelayanan namun belum melakukan pembayaran. Fungsi collection ini diharapkan mampu untuk memenuhi target perusahaan agar penerimaan atas tagihan BPPL untuk pelayanan yang prima.Fungsi ini dilengkapi dengan sistem IT agar history pembayaran dapat terdata dengan baik

“Di luar itu semua kami juga mengembangkan program comunity development dengan membangun dan membina hubungan antara developer dengan warga, atara warga dengan warga, antara kawasan dengan penduduk asli sekitar kawasan dan program corporate social responsibility (CSR) dengan berkordinasi muspika, muspida dan CSR Sentul City,” pungkasnya.

Sementara itu Presiden Direktur PT Sentul City Tbk David Partono dalam sambutannya mengatakan digitalisasi membuat arus informasi makin tak terkendali. Sejak manusia bangun dari tidurnya yang dicari adalah informasi hingga mata tak lagi menahan kantuk di malam hari pun, temannya adalah informasi. Tidak semua masyarakat memiliki filter yang kuat menyaring informasi.

“Ketika filter itu lemah, maka semua informasi yang masuk ke dalam dirinya dianggap sebuah kebenaran. Maka informasi berjenis hoax dan yang kredibel pun kini campur aduk dan makin membingungkan publik,” ujarnya

Menurut David, media massa yang menghasilkan produk jurnalistik berita idealnya menjadi rujukan. Karena, sampai menghasilkan sebuah berita, seorang wartawan menempuh berbagai prosedur yang harus dilalui yang dipayungi oleh kode etik jurnalistik untuk memastikan apa yang dia tulis kredibel.

“Di sini saya menilai signifikannya keberadaan media massa sebagai media mainstream yang berfungsi sebagai “clearing information” terhadap isu-isu yang berkembang di ranah publik,” tandasnya.

(Piya Hadi)

Komentar