Sidang Dakwaan Pejabat BPN Kota Semarang dengan Dakwaan Melakukan Pungli

16/05/2018 23:28:54 Kategori: , ,

INILAHONLINE.COM, SEMARANG - Persidangan dengan terdakwa Windari Rochmawati mantan pegawai Badan Pertanahan Nasional Kota Semarang,kini terus berlangsung. Tedakwa yang didakwa telah melakukan tindak pidana pungli, saat menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Pemeliharaan Data Pertanahan, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Semarang, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (16/5/2018).

Dakwaan yang ditujukan untuk Windari itu, dibacakan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, Zahri Aeniwati.

Jaksa dalam dakwaannya menyatakan, bahwa Windari telah menerima sekira 197 amplop, hasil dari pungli selama berkantor di BPN Semarang.

''Barang bukti amplop itu merupakan hasil pemeriksaan penyidik, yang mana diketahui dari amplop tersebut, terdakwa menerima uang sekitar Rp 600 juta," kata, Zahri di hadapan Ketua Majelis Hakim, Ari Widodo.

Sementara JPU Zahri mengatakan, terdakwa Windari dengan jelas melanggar dan dapat dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) dan 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Mendengar dakwaan tersebut, Windari usai berkoordinasi dengan kuasa hukumnya, HD Djunaedi menyatakan, bahwa pihaknya tidak akan mengajukan nota keberatan (eksepsi).

Meski demikian, Junaedi meminta kepada jaksa supaya memberitahukan daftar saksi yang akan diperiksa dalam sidang berikutnya.

''Jika bisa yang mulia, kami minta jaksa memberi kami daftar saksi. Untuk selanjutnya bisa mempelajari perkara ini lebih lanjut,''katanya.

Namun demikian, jaksa mengaku tidak bisa memenuhi permintaan itu, karena pihaknya sedang menyusun daftar saksi, yang akan diajukan ke persidangan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kepala Sub Seksi Pemeliharaan Data Pertanahan, Kantor BPN Semarang, Windari Rochmawati dijadikan tersangka atas operasi tangkap tangan (OTT) oleh Kejari Semarang, di Kantor Pertanahan Semarang.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, Kepala Kejaksaan Negeri Semarang Dwi Samudji mengatakan, pihaknya menemukan 116 amplop yang disimpan oleh Windari. Dari hasil pendalaman penyidik berhasil mengumpulkan barang bukti uang sekira Rp 600 juta.

''Uang itu terpisah senilai Rp 498 juta ditemukan di kosan Windari. Sementara Rp 51 juta ditemukan di mobil Windari. Sedangkan uang Rp 35,9 juta ditemukan di tas di kantor BPN, tepatnya di laci ruang Windari.(Suparman)