SMAN 4 Cibinong, Sampaikan Klarifikasi Atas Maraknya Informasi Yang Tidak Sesuai Fakta

Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 4 Cibinong, Kusmiarso. (Foto : Ist)

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Terkait viralnya informasi yang disebarkan oleh pihak-pihak tertentu melalui media sosial (Medsos) dan sejumlah  berita yang memberitakan kasus dugaan pelecehan terhadap siswinya, pihak SMAN 4 Cibinong memberikan klarifikasi melalui Wakil kepala Sekolah (Waksek)-nya, Kusmiarso kepada sejumlah media, Jumat (8/5/2026)

“Dengan ini kami menyampaikan klarifikasi terkait viralnya dugaan kasus pelecehan yang melibatkan seorang oknum guru Bimbingan Konseling (BK) di lingkungan sekolah kami, karena informasi dan beritanya tidak sesuai kejadian sebenarnya,” jelas Sumiarso

Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 4 Cibinong, Kusmiarso, menjelaskan ahwa informasi terkait dugaan pelecehan itu mulai viral pada Rabu, 6 Mei 2026. Namun setelah menerima informasi tersebut, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan melaporkan kejadian itu kepada kepala sekolah dan melakukan penelusuran informasi terhadap oknum guru BK yang diduga terlibat.

“Kami langsung melaporkan maslah ini kepada kepala sekolah dan mencari informasi yang sebenarnya kepada pihak terduga pelaku,” ujarnya

Ia menjelaskan, pada Jumat, 8 Mei 2026, oknum guru BK tersebut langsung dinonaktifkan oleh pihak sekolah sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut. Selain itu, pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah I Jawa Barat terkait langkah penanganan kasus tersebut.

“Tepat pada hari Jumat, oknum guru BK tersebut langsung dinonaktifkan oleh kepala sekolah dan kami berkoordinasi dengan KCD Wilayah I untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Kusmiarso menambahkan, pihak yang bersangkutan juga telah melakukan mediasi bersama keluarga korban dengan menghadirkan kedua belah pihak yang turut disaksikan aparat penegak hukum (APH).

Namun demikian, siswi yang diduga sebagai korban disebutkan masih tetap menjalani aktivitas belajar di SMAN 4 Cibinong dan memilih untuk tetap melanjutkan sekolah di sana. Korban juga telah mendapatkan pendampingan dari pihak Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor

“Korban saat ini masih sekolah dan tetap ingin bersekolah di SMAN 4 Cibinong. Korban juga sudah mendapatkan pendampingan dari PPA,” katanya.

Terkait proses pelaporan terhadap oknum guru tersebut, Kusmiarso menegaskan pihak sekolah telah menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada KCD tanpa memberikan perlindungan khusus kepada pihak terlapor.

Kusmiarso juga menyayangkan banyaknya informasi yang beredar di Medsos dan berita-berita media yang dinilai tidak sepenuhnya sesuai fakta di lapangan dan belum berdasarkan keterangan resmi dari kedua belah pihak. Karena pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut tidak pernah melakukan konfirmasi kepada pihaknya

“Kami menyayangkan banyaknya berita viral di Medsos yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya tanpa adanya keterangan resmi atau konfirmasi dari kedua belah pihak, yang berpotensi melanggar UU ITE dan Kode Etik Jurnalistik. Namun melalui media ini kami memberikan klarifikasi kejadian yang sebenarnya,” sesuai fakta di lapangan,” ujarnya.

Meski tengah menghadapi persoalan tersebut, pihak sekolah memastikan proses belajar mengajar di SMAN 4 Cibinong tetap berjalan normal dan kondusif. “Kami menegaskan, bahwa SMAN 4 Cibinong tetap berkomitmen menjaga kualitas pendidikan sebagai salah satu sekolah negeri unggulan di Kabupaten Bogor,” tandasnya.

Kusmiarso juga menambahkan, ia menyebutkan, pada tahun 2026 ini sebanyak 33 peserta didik SMAN 4 Cibinong berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). “Saat ini proses belajar mengajar di SMAN 4 Cibinong tetap kondusif dan berjalan seperti biasa,” pungkasnya. (Red)

banner 521x10

Komentar