SMSI Menyerukan Kepada Seluruh Anggotanya Pemilik Media Online Untuk Melawan Hoax

Nasional417 Dilihat

InilahOnline.com (Jakarta) – Sepanjang tahun 2017 masyarakat pers di tanah air sibuk menghadapi serbuan hoax atau kabar bohong. Demikian keterangan Pers Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Teguh Santosa kepada ratusan pemilik media online anggota SMSI di seluruh Indonesia, Minggu (31/12/2017).

“Sepanjang tahun 2017 marak dengan fitnah dan ujaran kebencian yang marak dibicarakan di tengah masyarakat dan atau disebarkan di jejaring media sosial,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Bidan Luar Negeri PWI Pusat ini, tak sedikit dari kabar bohong dan ujaran kebencian itu yang mampu menerobos masuk ke ruang redaksi media, menghiasi pemberitaan media massa berbasis internet sehingga pada gilirannya menciptakan kebingungan dan mempertajam pertikaian di tengah masyarakat.

“Tidak berlebihan bila ada anggapan yang mengatakan bahwa tak sedikit energi sosial bangsa Indonesia habis untuk menanggapi kabar bohong dan ujaran kebencian sepanjang 2017,” paparnya.

Lebih lanjut Teguh mengatakan, secara umum ada dua hal yang menyebabkan ruang redaksi kerap kebobolan dan ikut mendiseminasi kabar bohong dan ujaran kebencian.

“Pertama, adalah pemahaman terhadap kode etik jurnalistik dan kemampuan menghasilkan karya jurnalistik yang rendah. Kedua, ketidakmampuan pengelola redaksi menarik garis tegas dan menjaga jarak dengan kepentingan-kepentingan lain di luar kepentingan publik yang seharusnya menjiwai produk pers,” jelasnya.

Lebih jauh Teguh mengatakan, walau kondisi maraknya hoax sudah sangat memprihatinkan, namun pengalaman di sepanjang tahun 2017 patut dijadikan pelajaran berharga sebagai bekal dalam memasuki 2018 dan tahun-tahun berikutnya.

Untuk itu, dalam menyambut tahun 2018 Pengurus Pusat SMSI bersama ini menyerukan :

  1. Mendorong perusahaan media siber (online) yang menjadi anggota SMSI untuk terus meningkatkan pemahaman dan penghormatan terhadap kode etik jurnalistik serta kemampuan wartawan dalam memproduksi karya pers.
  2. Mendorong perusahaan media siber yang menjadi anggota SMSI untuk terus menerus mengkampanyekan Pedoman Pemberitaan Media Siber yang dikeluarkan Dewan Pers.
  3. Mengingatkan pemilik dan pengelola media siber anggota SMSI bahwa tahun 2018 dan 2019 adalah tahun yang dipenuhi agenda politik lokal dan nasional. Masyarakat pers memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk ikut menciptakan proses politik yang demokratis, konstruktif dan produktif bagi bangsa dan negara.

“Selamat memetik pelajaran dari 2017 dan menyambut 2018. Selamat membangun tradisi pers yang terhormat dan bermartabat,” pungkas Teguh Santosa. (Piyarso Hadi)

banner 521x10

Komentar