oleh

Staf Ahli Bupati Bogor : Media Masa Konvensional Masih Dibutuhkan Untuk Melawan Post Truth dan Hoax

INILAHONLINE.COM, CIBINONG – Ditengah maraknya media massa digital (Siber-red), media massa konvensional sebagai arus utama tentunya tetap dibutuhkan untuk melawan post truth dan hoax atau kebenaran menjadi kebohongan. Hal ini dikatakan Staf Ahli Bupati Bogor Bidang Administrasi dan Keuangan, H. Sony Abdussukur saat mewakili Bupati Bogor.

Post truth adalah kondisi dimana fakta objektif tidak lagi memberikan pengaruh besar dalam membentuk opini publik, justru malah keyakinan pribadi dan ketertkaitan emosional yang mendapatkan dukungan terbanyak dari masyarakat. Secara literat, paska kebenaran adalah “setelah kebenaran” yang berarti kebenaran sudah ditinggalkan.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa media sosial membuat informasi jadi jauh lebih riuh dan bising. Tiap menit ada foto atau status baru yang di-update dan bikin kita jadi ,” ujar Sony pada rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-75 tingkat Kabupaten Bogor di Ruang Serbaguna 1, Pemkab Bogor, Cibinong, Selasa (9/3/2021).

Menurut Sony, di tengah maraknya media massa digital, media massa konvensional sebagai arus utama tentunya tetap dibutuhkan untuk melawan post truth dan hoax. Memberitakan secara akurat dan membeberkan fakta dengan lebih gamblang.

“Saat ini masih banyak pembaca yang mencari produk jurnalisme bermutu. Segmen konsumen inilah yang harus terus dikejar oleh para insan pers dengan kreatifitas dan inovasi untuk menghadirkan informasi yang berimbang, mencerdaskan, menyehatkan, akurat dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Masih kata Sony, tidak bisa dipungkiri bahwa media sosial membuat informasi jadi jauh lebih riuh dan bising. Tiap menit ada foto atau status baru yang di-update dan bikin kita jadi, karena disrupsi digital membuat industri media menghadapi tantangan semakin berat.

“Untuk itu, mau tidak mau, media harus mampu bertransformasi agar bisa bertahan. Saat ini 196,7 juta penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Ini berarti sekitar 73,7 persen dari total populasi Indonesia,” sambungnya

Lebih lanjut Sony mengatakan, PWI sebagai organisasi yang menghimpun profesi wartawan merupakan wadah pengembangan kapasitas dan sarana dialog untuk menjadikan pers Indonesia sebagai sumber informasi yang akurat, bijaksana, mengedukasi dan independent dalam melakukan kontrol sosial melalui kritik yang konstruktif.

“Di era kolaborasi pentahelix, dimana pembangunan dilakukan dengan melibatkan 5 pilar yakni pemerintah, pengusaha, akademisi, masyarakat dan media, maka pemerintah daerah tentunya berkepentingan untuk bersinergi dengan pers sebagai media penyalur aspirasi dan sosialisasi pembangunan,” kata mantan Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Bogor tersebut.

Untuk itu, Sony mengajak insan pers (wartawan-red) untuk tetap berperan sebagai akselerator kebangkitan dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat, terutama disaat panedemi Covid-19 seperti ini, dengan mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan.

“Selain itu ekaligus membangun optimisme seluruh pemangku kepentingan untuk bangkit dan berjuang melawan pandemic Covid-19 beserta dampaknya,” imbuhnya. (Piya Hadi)

Komentar