oleh

“Sunan Kuning” Semarang Ditutup, PSK Eksodus Ke “Bandungan” Ambarawa

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Menurut rencana, Pemkot Semarang menutup Lokalisasi PSK “Sunan Kuning” Semarang Barat, pada 17 Agustus 2019. Diprediksi, para wanita penghibur ramai-ramai eksodus ke obyek wisata (malam) “Bandungan”, Ambarawa (50 Km Selatan Semarang).

Sunan Kuning lokasinya tak jauh dari Bandara A. Yani Semarang sudah berusia lebih setengah abad. Salah satu kompleks pelacuran terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Bahkan di Indonesia. Sebelumnya, kompleks pelacuran ini berlokasi di Karangturi, Semarang-Tengah.

Beberapa kali Sunan Kuning diwacanakan ditutup. Namun gagasan itu tidak pernah terealisir. Sekarang menjelang masa jabatan Hendrar Prihadi habis, Walikota Semarang, wacana menutup Sunan Kuning menguat. Malah disebutkan rencana itu sudah final, tidak akan berubah.

Sunan Kuning dihuni sekitar 600 PSK, berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah induk semang (germo-red), diperkirakan puluhan orang. Para wanita penghibur disitu terdiri dua kelas. Kelas menengah dan kelas atas. Kelas terakhir itulah yang diperkirakan akan hijrah ke Bandungan.

Sementara itu, Moch Hadi Taryono (60 th), pengusaha restoran di Bandungan berharap, boyongannya para PSK dari “Sunan Kuning” ke “Bandungan”, akan menghidupkan suasana (terutama malam) obyek wisata berhawa dingin (mirip obyek pelancongan malam “Tretes” Surabaya), yang kini mengalami lesu darah berkepanjangan.

Moch Hadi Taryono mengatakan, hampir satu semester terakhir , Bandungan dilanda resesi berat. Malam hari seperti mati. Puluhan hingga ratusan café/karaoke dan restoran, sepi pengunjung. Para wanita penghibur lelaki hidung belang, nyaris tanpa tamu. “Biasanya semalam dapat in come dua juta rupiah. Kini duit untuk makan pun megap-megap,” ujarnya.

“Mudah-mudahan hadirnya para wanita malam pindahan dari Sunan Kuning Semarang, dapat mengembalikan dunia malam glamour gemerlap di Bandungan seperti dulu. Saya percaya itu dan rumah makan yang saya kelola juga yang lainnya, akan kembali banjir pengunjung,” kata lelaki ini menutup pembicaraan.

(Heru Christiyono Amari)

Komentar