oleh

Talkshow Polisi di Radio: NKRI Damai dalam Menyongsong Pemilu 2019

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Radio Elshinta Semarang 91 FM berkunjung ke Kantor Polda Jawa Tengah adakan Talkshow dalam acara Polisi di Radio, Rabu (26/9/18) di Ruang Press Room Bidhumas Polda Jateng. Acara ini mengusung tema “NKRI Damai dalam menyongsong Pemilu 2019”.

Dalam kesempatan ini dari pihak Polda Jateng sebagai narasumber adalah Karoops Polda Jateng Kombes Pol Drs. Haryanto,S.H,M.H diwakili oleh Kabag Bin Ops Biro Operasi Polda Jateng AKBP Artanto, S.IK., M.Si. dan Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja, S.H., S.IK. diwakili oleh Kaur Penum Subid Penmas Bidhumas Polda Jateng Kompol Miftahul Ulum serta pengamat Politik Universitas Diponegoro Semarang Bapak M. Yulianto dan Komisioner KPU Jateng Ibu Diana Ariyanti dengan host yang tidak asing lagi di dunia penyiaran Kota Semarang Erna Virnia.

Kandidat calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia telah mendapat nomor urutnya masing-masing. Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapat nomor urut satu, sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mendapat nomor urut. Pemilihan Presiden kali ini pun diharap bisa berjalan damai.

Komisioner KPU Jateng Ibu Diana Ariyanti Ada tiga komponen terpenting dalam tahapan pemilu 2019 yang pertama adalah penyelenggara yaitu KPU dan jajarannya sebanyak 115.000 TPS, yang kedua pemilih di jawa tengah 27 Juta pemilih yang akan dilaksanakan tanggal 7 April 2019, yang ketiga adalah partai politik yaitu 16 Papol yang akan melaksanakan Pileg 2019 dan Pilpres 2019. Kami sudah siap menyelenggarakan Pileg dan Pilpres 2019.

Polda Jateng sebagai Pihak Pengamanan telah melakukan Operasi Terpusat Operasi Mantab Brata Candi 2019 yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 20 September 2019 lalu dan sudah meyiapkan 15.900 personel guna melakukan pengamanan Kampanye Pemilu 2019, Kami sudah menyiapkan segala bentuk kemunkinan kerawanan baik dalam pengamanan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang melakukan kampanye di wilayah hukum Polda Jateng dan para Calon Legeslatif yang melakukan kompetisi Pemilu 2019. Ujar Kabag Bin Ops Biro Operasi Polda Jateng AKBP Artanto, S.IK., M.Si.

Sedangkan Pengamat Politik Universitas Diponegoro Semarang Bapak M. Yulianto mengatakan bahwa sekarang yang lebih menarik adalah Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 dikarenakan hanya dua pasangan calon, sedangkan Pemilihan Legeslatif kemungkinan baru awal Tahun 2019 baru akan menggeliat, yang lebih membahayakan sekarang adalah Kampanye Hitam di Media Sosial dibandingkan Kampanye Argumentasi dan ada data yang bisa dibuktikan dengan Kampanye Kritis.

Dalam Operasi kami membentuk Kasatgas Gakkum dipimpin oleh Direskrimum Polda Jateng dengan membentuk Tim Anti Black Campaign Jateng, Tim Cyber Cream dan Tim Satgas Nusantara yang sudah terbukti dalam mengawasai Pemberitaan Hoax, Ujaran Kebencian dan Isu Sara yang akan digunakan dalam Kampanye Pemilu 2019, kami akan mengawasinya dan menindak bila ada kegiatan tersebut di Jawa Tengah, tambah Kabag Bin Ops Biro Operasi Polda Jateng AKBP Artanto, S.IK., M.Si.

Yang Kami waspadai Kerawanan dalam Pemilu 2019 di Jawa Tengah ada 2 diantaranya yang pertama adalah kami mewaspadai pergerakan Money Politic di wilayah Jawa Tegah dan yang kedua Ketidak Netralan ASN dan TNI-Polri, Kami dari Kepolisian selalu mengaungkan Kenetralan Kami dari Kepolisian dengan melakukan aksi aksi Deklarasi Kampanye Damai dan Ikrar Netralitas TNI-Polri dan ASN di seluruh Kabupaten/Kota Jawa Tengah dan Selalu mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa Pihak Kepolisian Netral, kami akan menindak anggota kami bila terbukti tidak netral dalam Pemilu 2019 ini, tambah AKBP Artanto.

Yang perlu disorot adalah ASN karena dianggap oleh masyarakat memiliki kelebihan dan mampu memprediksi pergerakan dalam Pemilu 2019, yang kedua adalah pihak keamanan TNI-Polri pun disorot dikarenakan memiliki anggota Bhabinsa dan Bhabinkabtibmas sampai tinggat bawah dan dianggap memiliki power dalam peta Politik di Indonesia, tambah M. Yulianto

Kami memiliki Gakkumdu yang terdiri dari Pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu, bila ada pelanggaran Pemilu 2019 silahkan masyarakat melaporkan ke Posko Gakkumdu terdekat yang sudah tersedia di seluruh Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, Tambah AKBP Artanto.

Pada prinsipnya Kampaye harus melaporkan pemberitahuan kekepolisian dan Kepolisian akan mengeluarkan STTP, dikarenakan berkaitan dengan kekuatan yang akan kita kerahkan, bila tidak sesuai prosedur maka kami memiliki kewenangan untuk membatalkannya, tambah AKBP Artanto.

(Humas Polda Jateng)

Komentar