Tiga Inovasi Kota Bogor Dinilai Tim Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik

17/04/2018 20:15:28 Kategori:

INILAHONLINE.COM, BOGOR - Kota Bogor kembali dikunjungi tim penilai dari Provinsi Jawa Barat. Kunjungan mereka kali ini dalam rangka penilaian inovasi pelayanan publik tingkat Jawa Barat tahun 2018 yang berlangsung di Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Selasa (17/4/2018).

Ketua tim penilai kompetensi inovasi Provinsi Jawa Barat Ratu Siti Khodijah mengungkapkan, kegiatan kompetensi dilakukan dalam rangka menumbuhkan inovasi di semua Kabupaten/Kota se-Jawa Barat sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara - Reformasi Birokrasi (Permen-PANRB) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP).

“Setiap kabupaten atau kota minimal mengirimkan satu inovasi,” katanya.

Menurutnya saat ini ada 72 inovasi yang masuk dimana 44 diantaranya dikirimkan dari Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Dari jumlah tersebut 10 inovasi masuk ke babak wawancara dan kunjungan lapangan dimana salah satunya, yakni Kota Bogor yang mengirimkan 3 inovasi dan masuk ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

“10 inovasi yang masuk kompetensi antara lain dari Kota Bogor, Kota Bandung, Sukabumi, Indramayu, Pangandaran dan Depok,” sebut Khodijah yang juga Kasubag Pelayanan Publik Biro Organisasi Pemprov Jawa Barat.

Dia menyebutkan, tim juri yang melakukan penilaian bukan dari Biro Organisasi tetapi mereka adalah tim independen sesuai aturannya sesuai Permen-PANRB Nomor 3 Tahun 2018.

“Tim juri yang menilai hari ini dari media massa 2 orang dan 1 orang dari akademisi,” jelasnya.

Khodijah menilai berdasarkan hasil ekspose dan wawancara yang disampaikan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kota Bogor, yakni Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) dengan Inovasinya Anjas Go Clear, RSUD Kota Bogor dengan inovasinya Jurus Mandiri dan aplikasi SMART (Sederhana, Mudah, Akun­tabel, Ramah dan Transparan) proses pelayanan perizinan online Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Tiga inovasi Kota Bogor semuanya bagus, tanpa mengecilkan yang lain,” akunya.

Dia mengatakan, inovasi Anjas Go Clear yang sudah dilakukan BKPSDA Kota Bogor sangat bagus terutama untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam proses pengisian jabatan.

Terakhir atas nama tim penilai Khodijah berharap semua ASN harus mempunyai inovasi. Hal ini perlu dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat lebih baik lagi khususnya oleh Kabupaten/Kota dan Jawa Barat secara keseluruhan. (Agha Dwi Rizkianto)