oleh

Tim Gabungan BNNP Jateng Ringkus Pengedar Tembakau Gorila di Batang

INILAHONLINE.COM, BATANG

Tim gabungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, BNN Kabupaten Batang, dan Kanwil Bea dan Cukai Jateng & DIY meringkus tersangka pengedar narkotika jenis tembakau gorila.

“Dari tangan pengedar berinisial AAK, 24, karyawan swasta perusahaan pengolahan perikanan warag Kelurahan Klidang Lor Kecamatan Batang, berhasil disita 58,86 gram tembakau gorila,” ungkap Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol. Dr. Benny Gunawan dalam Konpers dengan awak media di kantor BNN Batang, Selasa (2/3/2021).

Menurut Gunawan, tersangka AAK merupakan pengedar narkotika jenis tembakau gorila yang beroperasi di wilayah Batang.

“Tersangka ditangkap saat mengambil paket di sebuah kantor perusahaan jasa pengiriman di Jalan Dr. Wahidin No. 54B Batang, Rabu (24/1),” katanya.

Namun demikian, setelah dilakukan penggeledahan AAK diamankan, karena terbukti kedapatan dua buah paket berisi narkotika jenis tembakau gorila. “Dari pengembangan kemudian disita lagi dua buah paket yang sama,” ujarnya.

Dijelaskan, dari empat buah paket tersebut berisi tembakau gorila seberat 58,86 gram. Tembakau gorila tersebut dijual eceran dengan harga antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per gram kepada para anak-anak dan remaja usia 17-21 tahun di lingkungannya.

“AAK sudah setahun beroperasi menjalani profesinya tersebut. Untuk mengelabuhi petugas, paket-paket narkoba tersebut disamarkan dan dicampur dengan pakaian dan sepatu bekas,” ujar Benny.

Meski demikian, lanjutnya, BNNP Jateng Ringkus Pengedar Tembakau Gorila di Batang Setelah dilakukan uji laboratorium, tembakau gorila tersebut merupakan narkotika golongan I jenis MDMB-4en PINACA yang mempunyai efek empat kali lebih berat dibanding ganja.

“Tersangka AAK dijerat Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 dan 112, junto Peraturan Menteri Kesehatan No. 4 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Penggolongan Narkotika,” kata Benny.

Benny menambahkan, pengungkapan kasus narkotika di Batang merupakan sinergitas dan kerja sama antara BNNP Jateng, BNNK Batang dan Kanwil Bea Cukai Jateng & DIY. “Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tim Interdiksi Terpadu Provinsi Jateng dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” tandasnya.(suparman)

Komentar