Undip Semarang Digandeng KPU RI dalam Pendidikan Tata Kelola Pemilu

14/09/2018 23:13:54 Kategori: , ,

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Untuk menjadi penyelenggaran yang lebih baik dalam menata tata kelola KPU, tidak hanya berdasarkan pengalaman saja tetapi juga harus didasarkan teori dalam ilmu pengetahuan.

''Saya meyakini menyelenggarakan pemilu itu, bukan hanya berdasarkan pengalaman tetapi juga berdasarkan ilmu pengetahuan,''ujar Ketua KPU RI, Arief Budiman dalam acara MoU KPU RI dengan Undip di gedung dekanat FISIP Undip lt 2, pada Jumat (14/9/2018).

Menurutnya, untuk menjadi lembaga penyelenggaran pemilu yang baik harus diperlukan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan yang mendukungnya. Oleh karena itu, KPU bekerja sama dengan beberapa Universitas terkemuka di Indonesia.

''Jadi untuk melakukan pendidikan tentang tata kelola pemilu, satu diantaranya dengan Universitas Diponegoro,''katanya.

Namun demikian, lanjutnya, supaya kerjasama ini berjalan secara baik yang jadi sekretariatnya sekolah master di universitas-universitas tersebut. Harapannya nanti seluruh satker (satuan kerja) kita di 34 propinsi dan 514 kabupaten/kota, sekurang-kurangnya mempunyai satu orang ahli tata kelola pemilu.

''Jadi ketika kita menyelenggarakan pemilu juga berbasis ilmu pengetahuan. Mereka tahu teorinya lalu mereka praktikan, menata anggaran, menata SDM dan menata logisitik. Itu kira-kira tujuan kita MoU dengan Undip,''tuturnya.

Nota Kesepahaman atau MoU tentang Pengelolaan Pemilu dilakukan antara ketua KPU RI, Arief Budiman dan Rektor Undip, Yos Johan Utama didepan mahasiswa Undip di Ruang Seminar, gedung Dekanat FISIP Undip lt 3,
Rektor Undip, Yos Johan Utama, mengatakan, untuk memajukan cara pengelolaan lembaga KPU ini, makanya kita perlu adanya pengkajian-pengkajian secara konprehensif.

''Hanya tentang pemilu dikonsentrasikan, kita menantang jangan hanya membuat konsentrasi tetapi juga prodi baik prodi itu S2 atau S1. Kalau bisa bidang yang praktis atau masalah kebijakan,''paparnya.

MoU ini, tambahnya, menjadi awal berdirinya konsentrasi atau prodi. Dengan pengkajian-pengkajian serius, maka nanti muncul dari ilmu ke buahnya. ''Buahnya akan muncul pola-pola pemilu yang lebih bagus dari waktu-waktu,''tuturnya.

Rektor menambahkan, pemilu perlu dijaga dan dikawal. Undip saat berkumpul forum rektor menawarkan agar rektor melakukan pengawasan dosen dan mahasiswa.

''Diharapkan memberikan sesuatu yang lebih baik dalam menjaga pemilu yang jujur dan adil. Ketika sudah ada perancangan, maka tindakan dilapangan berupa pengawasan.''

Menurutnya, ketika sudah berdiri konsentrasi atau prodi maka pengajarnya bukan hanya dari FISIP saja. Tetapi leading sektornya tetap dari FISIP. Misalnya saja tentang e-voting atau konsep-konsep Pancasila.

''Jadi komunikasi didalam masalah pemilu itu penting baik tentang proses pemilu sampai ke user, namun tentang calon pemilu, masalah administrasi, regulasi, dan masih banyak lagi menjadi substansi yang perlu diperhatikan''pungkasnya.

(Suparman)