Unissula Gelar Workshop Finalisasi Buku Panduan Literasi Digital

14/09/2018 23:52:09 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Program Studi Ilmu Komunikasi Unissula mengadakan workshop finalisasi buku panduan literasi digital bersama dengan jaringan pegiat literasi digital Indonesia (Japelidi) di ruang seminar Ilmu Komunikasi Unissula, pada Jumat - Sabtu (14-15/9/2018).

Koordinator Japelidi Dr Novi Kurnia MSi MA mengatakan, Kerja Japelidi adalah kerja sukarela termasuk dalam penulisan buku sebagai satu dari media literasi digital bagi masyarakat Indonesia.

''Banyak medan perjuangan dan kita sebagai akademisi memilih untuk mengajak masyarakat umum dalam menggunakan perangkat digital seperti hanphone, dalam bersosial media agar masyarakat Indonesia menjadi lebih baik,''ujar Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi UGM tersebut.

Menurutnya, pihaknya sangat miris melihat masih lemahnya pemahaman masyarakat dalam menggunakan sosial media secara bijak. Sehingga berpotensi menimbulkan bullying dan meningkatkan potensi terjadinya tindak kejahatan.

''Butuh kearifan agar kita tidak begitu mudahnya menyebarkan semua aktivitas di media sosial terlebih aktivitas anak-anak karena sangat berpotensi menjadi korban kejahatan orang-orang tak bertanggung jawab," tuturnya.

Namun demikian, ia menambahkan, sering pula ada terlihat di bagian mobil ditulisi nama ayah bunda dan anggota keluarga lainnya hal itu juga sesungguhnya, sangat berbahaya yang membuat orang jahat dapat lebih mudah mengenali nama-nama anggota keluarga.

''Kehadiran Japelidi untuk mengeduksi masyarakat dalam penggunaan media digital, mulai mendapatkan dukungan masyarakat luas termasuk dari Unesco, Kominfo, institusi pendidikan di luar negeri seperti dari universitas di Singapura,"ujar Novia.

Sementara itu, dosen prodi Ilmu Komunikasi Unissula, Made Dwi Andjani MIKom yang juga bertindak sebagai ketua panitia workshop mengatakan Japelidi merencanakan penulisan 23 buku literasi digital oleh tim penulis dari 23 perguruan tinggi di 11 kota di Indonesia dalam kurun waktu 2018-2019.

''Dalam kurun waktu dua tahun ini diharapkan penulisan buku literasi digital ini bisa terlaksana dengan baik,''paparnya.

Pembiacara lain dalam kesempatan tersebut antara lain, Wisnu Martha Adiputra SIP MSi. Japeldi adalah Komunitas yang didirikan oleh akademisi peneliti dan pegiat literasi digital di Indonesia yang dibentuk sejak tahun 2017. Workshop ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Japelidi di tahun 2018.

Made menjelaskan, pada saat awal pendirian di tahun 2017 beragam kegiatan sudah dilakukan Japelidi, di antaranya adalah penelitian “pemetaan gerakan literasi digital di Indonesia 2010-2017” yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penelitian ini dilakukan oleh 56 peneliti dari 28 prodi 26 perguruan tinggi di 9 kota (Yogyakarta, Salatiga, Malang, Semarang, Surakarta, Bandung, Banjarmasin, Bali, Jakarta).

''Japelidi juga menyelenggarakan konferensi literasi digital yang dihosted oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan diikuti oleh 200 peserta dengan menyajikan 30 makalah yang sudah diterbitkan di Jurnal Informasi UNY,''ujarnya.

Sampai sekarang, lanjut Made, Japelidi juga sudah mempublikaskan hasil penelitian bersama tersebut ke dalam Jurnal Informasi UNY, The Conversation. Coverage Media hasil penelitian Japelidi yang dimuat di berbagai media, baik offline maupun online membuat nama Japelidi sebagai komunitas akademisi dan peneliti ini walaupun baru berusia 2 tahun sudah dikenal dalam gerakan literasi nasional.

Di tahun 2018 ini, Japelidi mencoba membuat buku seri panduan literasi digital dengan acuan sepuluh tahapan literasi khas Japelidi yaitu mulai dari mengakses hingga kolaborasi, dan direncanakan akan ada 12 buku panduan dari 12 program studi dari 6 kota yang berbeda yaitu Yogyakarta, Semarang, Solo, Denpasar, Bandung dan Jakarta.

''Buku yang direncanakan akan dilaunching bersamaan dengan launching buku seri literasi digital. Siberkreasi sebagai sebuah gerakan nasional untuk menanggulangi ancaman terbesar Indonesia, yaitu penyebaran konten negatif melalui internet seperti hoax, cyberbullying dan online radicalism.

Menurut Made, Workshop yang berlangsung dua hari ini, juga akan membahas tentang program Japelidi di tahun 2019 dan perumusan keanggotaan dan sistem dokumentasi Japelidi.

''Dari hasil workshop ini, diharapkan ada kontribusi Japelidi dalam rangka melakukan gerakan literasi digital melalui perspektif media dan perspektif tematik. Yang jelas bisa berkontribusi lebih luas lagi dalam mengembangkan ragam literasi digital dengan kerangka pemahaman yang lebih kreatif dan memberdayakan kepada kelompok sasaran yang beragam,''paparnya.

(Suparman)