UNNES Berkomitmen Bersihkan Kampus dari Narkoba dan Radikalisme

INILAHONLOINE.COM, SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes) berkomitmen untuk menyapu bersih terhadap paham radikalisme dan kejahatan narkoba, yang mencoba masuk menyusup di kalangan kampus perguruan tinggi negeri ini.

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman M.Hum bertekad tidak akan segan-segan membersihkan perguruan tinggi negeri ini, dari tindak kejahatan narkoba, radikalisme dan plagiatisme.

”Perguruan tinggi yang diamanati oleh Negara sebagai wadah untuk mencerdaskan, anak bangsa dan menyiapkan pimpinan masa depan tidak boleh dikotori oleh narkoba, radikalisme dan plagiatisme,”ujarnya saat menerima kunjungan rombongan Badan Nasional PenanggulanganTerorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng, diruang kerjanya, Senin (20/8/2018).

Menurutnya, untuk merealisasikan tekadnya itu seluruh potensi yang dimiliki Unnes, akan digerakkan untuk mengawasi dan mengontrol aktivitas mahasiswa yang tersebar di berbagai Unit Kegiata Mahasiswa (UKM).

”Jadi tidak hanya kalangan mahasiswa saja, tetapi juga kalangan dosen dan karyawan Unnes juga bakal diawasi dengan menggunakan sebuah sistem yang hasilnya dirasa mampu berhasil mencegah tiga tindak kejahatan itu,”paparnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa cara untuk mengontrol berbagai dinamika yang terjadi di kampus, sehingga lembaga pendidikan tinggi ini benar-benar bersih dari pengaruh ketiga kejahatan itu. Salah satunya dengan mengikuti cuitan twiter dan status facebook para mahasiwa dan dosen.

”Dengan mengikuti celotehan mereka di dunia maya itu, pimpinan Unnes bisa membaca dan mengetahui arah gerakan pemikiran mereka. Kalau sudah mulai menyentuh atau mengarah pada munculnya potensi gerakan kejahatan luar biasa itu, pimpinan Unnes langsung turun tangan dengan mengklarifikasi mereka,”ujarnya.

Meski demikian, lanjutnya, ada beberapa kali telah ditemukan celotehan yang berpotensi dapat memicu gerakan radikalisme, maka yang bersangkutan langsung dipanggil untuk diklarfikasi dan diberikan pembinaan secara persuasive.

”Dengan menempuh cara ini berhasil menyadarkan mereka yang mulai terpengaruh dengan ide-ide radikalisme, untuk tidak lagi menghembus-hembuskan cuitan bernada radikalisme. Bahkan sebaliknya setelah itu cuitannya justru mengkampanyekan penguatan nasionalisme,”tuturnya.

Selain pencegahab dan melakukan control ketat, tambahnya, Unnes juga memberikan pembekalan tentang nilai-nilai nasionalisme dan bela negara kepada para mahasiswa, sehingga ruang gerak ketiga kejahatan itu semakin sempit, yang pada akhirnya tidak popular karena dijauhi mahasiswa.

”Yang jelas tidak ingin lengah, jangan sampai suasana nyaman untuk kegiatan pembejalaran di kampus Unnes, bisa tersusupi ketiga jenis kejahatan luar biasa itu. Hanya caranya dengan selalu memberi penguatan nasionalisme sejak dini, sejak mahasiswa baru pertama kali melangkahkan kakinya di kampus Unnes,”pungkasnya. (Suparman)

banner 521x10

Komentar