oleh

Waketum Partai Gerindra Dukung “New Normal” Untuk Roda Kehidupan Ekonomi dan Interaksi Sosial

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengajak masyarakat mendukung tatanan kehidupan baru “new normal” dalam situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pasalnya “new normal” merupakan tatanan kehidupan aktivitas masyarakat yang harus tetap menjalankan roda kehidupan ekonomi dan interaksi sosial disaat belum adanya obat atau vaksin mencegah dan mengobati Covid-19.

“Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan TNI dan Polri untuk memulai persiapan new normal di empat provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Gorontalo. Jadi, tatanan new normal harus didukung oleh masyarakat di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota dengan disiplin mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Poyuono, Selasa (26/5).

Menurut anak buah Prabowo Subianto ini, kebijakan “new normal” tersebut sudah tepat. Oleh karena itu, pengerahan TNI dan Polri secara masif yang akan dilaksanakan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang telah menerapkan PSBB. Karena hanya dua institusi ini yang sanggup mengatur dan menerapkan disiplin tinggi kepada masyarakat dalam keadaan tatanan kehidupan “new normal”.

“Roda ekonomi harus digerakkan di saat pandemi Covid-19 belum mereda, dengan menerapkan tatanan kehidupan normal yang baru. Pabrik-pabrik, pusat industri, transportasi, mal, pasar dan pusat perekonomian harus dibuka kembali dalam tatanan sistem kehidupan normal yang baru. Dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ditetapkan dan dikendalikan oleh TNI-Polri,” tandasnya.

Menurut Arief Puyono, semua ini dilakukan agar perekonomian nasional yang sudah tumbuh 2,9 persen di kwartal pertama bisa bergerak naik nantinya, sehingga pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa dikurangi dengan mulai diterapkan tatanan kehidupan “new normal. Semoga masyarakat juga mendukung upaya pemerintah joko Widodo untuk bisa menerapkan tatanan kehidupan new normal.

“Selain itu, saya mengingatkan juga, jangan ada lagi elite dan parpol di Senayan yang melihat penerapan new normal dari kacamata politik, sebab menurut saya, new normal itu adalah cara yang paling terbaik yang diterapkan oleh pemerintah demi menyelamatkan perekonomian nasional yang sudah terdampak oleh Covid-19,” katanya.

Sementara itu, panglima Marsekal Hadi Tjahjanto yang sebelumnya mengikuti Presiden Jokowi pada saat peninjaun persiapan penerapan prosedur standar “new noemal” di salah satu mal di kota Bekasi bersama Kapolri Jenderal Pol Idam Azis dan Gubernur DKI Jakarta Anis Bawesdan menyatakan, TNI berkerja sama dengan Polri akan mengerahkan pasukan di 1.800 titik di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota, untuk mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona.

“Rencana pendisplinan protokol kesehatan ini akan dilaksanakan di empat provinsi dan 25 kabupaten kota, objeknya adalah tempat-tempat lalu lintas masyarakat, mal-mal, pasar-pasar rakyat, tempat pariwisata dan dari data yang ada di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota ada 1.800 objek yang akan kami laksanakan pendisiplinan tersebut,” kata Panglima dihadapan awak media, Selasa (26/5/2020)

Pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan itu menurut Hadi akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap pertama, akan melaksanakan di empat tempat, yaitu di DKI Jakarta khususnya di Bundaran HI, kemudian di wilayah Bekasi, di provinsi Jawa Barat, di Sumatera Barat dan Gorontalo.

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusaiÊmeninjau kesiapan penerapan prosedur standar New Normal di Stasiun MRT BundaraanÊHI, Jakarta, Selasa (26/5/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/foc.

“Seperti saat ini di tempat lalu lintas masyarakat, stasiun kereta, kemudian siang nanti rencananya Presiden juga akan meninjau adalah tempat niaga khususnya food hall di Bekasi dan tempat-tempat untuk mendukung kepentingan masyarakat seperti apotik, penjualan obat terus kita awasi,” jelas Hadi.

Masih kata Panglima, pelaksanaan pendisiplinan tersebut misalnya adalah memastikan agar seluruh masyarakat yang datang ke tempat-tempat tersebut memakai masker. Pada tahap pertama, pasukan TNI-Polri rencananya akan mengatur kapasitas tempat-tempat publik tersebut agar hanya diisi setengah pengunjung.

“Yang kami laksanakan adalah pertama harus seluruh masyarakat kita awasi supaya tetap memakai masker, kedua dalam berkegiatan harus menjaga jarak aman kemudian kita sediakan tempat mencuci tangan atau hand sanitizer, mudah-mudahan dengan kegiatan ini tahap pertama bisa berjalan dengan baik,” tambah Hadi.

Pada tahap pertama, pasukan TNI-Polri rencananya akan mengatur kapasitas tempat-tempat publik tersebut agar hanya diisi setengah pengunjung. Tahap pertama akan kami atur mal kapasitasnya 1.000 (orang) mungkin kami akan izinkan untuk 500 (orang) saja dan kami awasi, kemudian tempat makan harusnya 500 (orang) hanya 200 (orang) saja,” ungkap Hadi.

“Nanti pasukan TNI dan Polri akan bekerja sama dengan pemerintah daerah termasuk berkoordinasi dengan gugus tugas yang ada di masing-masing provinsi, kabupaten dan kota. Semoga apa yang kita inginkan, semua masyarakat tetap bisa beraktivitas, akan tetapi tetap aman dari Covid-19,” ungkap jenderal bintang empat TNI-AU tersebut.

Untuk itu, panglima berharap, pihaknya mohon dukungan dari seluruh rekan-rekan dan masyarakat untuk berhasilnya pelaksanaan pendisplinan protokol kesehatan tersebut. Semoga saja, empat provinsi dan 25 kabupaten/kota tersebut “reproduction number” (RO)-nya atau jumlah ekspektasi dari kasus kedua yang dihasilkan dari satu penderita yang mempunyai kemampuan menularkan penyakit pada saat suatu penyakit masuk dalam sebuah populasi sehat selama masa infeksi. R0 bisa turun sampai 0,7 sampai bawah lagi yang lebih bagus.

“Tambahan personil anggota Polri yang akan dilibatkan nanto, kurang lebih 30.300 sampai 40.000 personel, karena kami harus mengamankan di 1.800 titik tersebut,” papar Marsekal Hadi Tjajanto. (Red/Ant)

Komentar