Wakil Bupati Bogor Sidak ke RSUD Ciawi

Berita, Megapolitan771 Dilihat

INILAHONLINE.COM, CIAWI

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan melakukan kunjungan mendadak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, untuk melihat sarana dan prasana serta pelayanan yang ada dirumah sakit berplat merah tersebut, pada Kamis (7/2).

Dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Bogor langsung berinteraksi dengan para pasien yang akan berobat maupun yang sedang mengantar keluarganya tanpa di dampingi jajaran direksi RSUD Ciawi yang beberapa saat kemudian tiba untuk mendampingi Wakil Bupati Bogor.

“Panas sekali disini kasian masyarakat yang ingin berobat malah kepanasan dan membikin stress, saya minta beberapa ruang layanan pasien di pasangi oleh Air Conditioner (AC) agar nyaman,”ujarnya.

Selain AC, Wakil Bupati Bogor juga menyarankan agar di ruang fisioteraphy disetel musik klasik atau sejenisnya.

“Sambil menunggu pelayanan di ruang fisioteraphy, mereka akan lebih nyaman apabila diputarkan musik. Walaupun AC dan musik hal-hal yang kecil tetapi memiliki dampak positif kepuasan pasien dan keluarganya,” saran nya.

Terkait keluhan masyarakat terhadap jam pelayanan konsultasi dokter yang kurang konsisten, Iwan meminta dibuat aturan baku kapan dokter mengecek pasien ke ruangan rawat inap dan kapan dokter menerima konsultasi kesehatan pasien rawat jalan.

“Harus ada aturan atau standar operasional prosedur hingga permasalahan yang ada bisa dicarikan solusinya,” tutur Iwan.

Iwan juga mendukung rencana pihak RSUD Ciawi yang dulunya merupakan Puskesmas untuk membangun gedungnya secara vertikal.

“Tanah di sini kan mahal karena ini daerah strategis dan masuk kawasan wisata jadi lebih memungkinkan membangun gedung-gedung pelayanan secara vertikal apalagi RSUD Ciawi masuk dalam kategori rumah sakit pendidikan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keperawatan, Cucu Juhariah menjelaskan keluhan masyarakat terhadap pelayanan akan diperbaiki oleh jajarannya, namun Ia meminta masyarakat maklum jika ruangan dibilang penuh karena jumlah kamar atau tempat tidur yang tidak sesuai dengan jumlah pasien.

“Kadang ada yang mengadu ada kamar tetapi dibilang penuh atau sudah dibooking, tetapi memang kenyataannya fasilitas layanan tersebut kurang. Kami juga tidak bisa menempatkan tamu yang berlainan jenis dan pasien penyakit menular dengan pasien penyakit tidak menular,” jelasnya.

(Basir)

banner 521x10

Komentar