oleh

Wali Kota Buka Rapat Kerja dan Silaturahmi DMI Kota Bogor

-Megapolitan-149 views

Inilahonline.com (Kota Bogor) – Dewan Mesjid Indonesia Kota Bogor menggelar rapat kerja dan silaturahmi masyarakat Kemasjidan di Bukit Gumati Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu (20/05/2017) malam dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bogor Bima Arya.

Bima mengatakan, terkait dengan anggaran hari ini banyak sekali hal yang belum sinkron antara ulama dan umaro, antara teman-teman kemasjidan dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Kadang tidak nyambung karena miss komunikasi, kadang tidak nyambung karena ada oknum, makanya sekarang saya akan mempelajari persoalan dengan seluruh tokoh agama agar kedepan anggaran dapat benar-benar dirasakan masyarakat,” jelas Bima.

Ia mencontohkan, menjelang disahkan anggaran ia biasanya mengundang TAPD (Tim Anggaran Percepatan Daerah) dan dinas terkait untuk mengecek satu persatu anggaran, sampai suatu ketika Bima mengecek anggaran hibah dan bansos, ada pos-pos yang dianggarkan besar tapi kegiatannya tidak jelas, bahkan ada organisasi yang pengurusnya fiktif.

“Malam itu saya minta dikoreksi,
Karena itu kami akan berupaya jika hal-hal tersebut tidak akan terulang lagi dan dialihkan ke pos-pos lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak,” tegas Bima.

Bulan lalu pihaknya melakukan survei mengenai dinamika di kota Bogor, salah satu pertanyaannya siapakah yang paling mempengaruhi Anda dalam mengambil keputusan.

“Pilihannya bukan ketua Partai, Wali Kota, RW, RT, ternyata jawabannya adalah Ulama, karena Ulama dan pimpinan agama memiliki posisi strategis untuk mempengaruhi masyarakat,” kata Bima.

Jadi kedepan lanjutnya, program dan alokasi anggaran yang sifatnya dapat langsung dirasakan masyarakat banyak akan terus diperjuangkan dan dikawal.

“Terkait dengan tema Mesjid sebagai Pusat peradaban. Tema tersebut menjadi harapan kita semua. Semoga kedepan dengan program dan rapat kerja yang disusun dapat bermanfaat bagi umat dalam membentuk akhlak,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DMI Kota Bogor Dr. KH. Ade Sarmili mengatakan, dengan kehadiran Wali Kota semoga memberikan dorongan kepada kita semua dalam membantu tugasnya membangun kota Bogor agar lebih diperingankan langkahnya.

“Hari ini juga hari bahagia, tidak hanya raker DMI Kota Bogor, tetapi ada juga FPP (Forum Pondok Pesantren) Kota Bogor yang menggelar rapat kerja, dan besok pelatihan UPZ (Unit Pengelola Zakat) Baznas Kota Bogor. Kita berharap ini dapat memberikan efek pemberdayaan bagi masyarakat kota Bogor,” katanya.

Keberadaan Pondok Pesantren di Kota Bogor kata Ade, terus tumbuh dan berkembang atas dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Selain itu, cukup banyak madrasah yang dibangun karena diinisiasi oleh masyarakat, bahkan hampir 99 persen madrasah dibangun oleh swasta. Keberadaan mesjid di kota Bogor ada secara merata, karena mesjid adalah rumah bagi orang beriman. Tidak ada satu wilayah yang tidak ada mesjidnya.

“Untuk itu, kita berharap mesjid menjadi pusat peradan bagi masyarakat di Kota Bogor. Jadi kita tidak boleh lari dari mesjid, karena mesjid adalah rumah bagi orang beriman, pesantren tempat mencari ilmu, dan madrasah juga tempat kita mencari ilmu,” jelasnya.

Ketika APBD dialokasikan untuk pembangunan mesjid di Kota Bogor, berarti Pemkot Bogor sudah berpihak kepada masyarakat karena umat Islam di Kota Bogor ada 94.4 persen.

“Kami juga berterima kasih kepada Wali Kota karena ada 2.398 guru ngaji yang sudah diberikan insentif, mudah-mudahan kedepan jumlahnya bisa lebih besar lagi, tidak hanya guru ngaji pengurus DKM pun kedepan harus mendapatkan bantuan,” harap Ade.

Hadir dalam rapat kerja dan silaturahmi pengurus Forum Pondok Pesantren (FPP) Kota Bogor, Ketua Baznas Kota Bogor Chatib Malik, Ketua MUI Kota Bogor KH. Mustofa Abdullah Bin Nuh, pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bogor, Ketua KNPI Kota Bogor Hasbulloh. (SZ/Foto : Hari)

Komentar