oleh

Warem Situ Baeud Meresahkan

INILAHONLINE.COM, SUBANG

Warem bukanlah pelayan warung kopi lendot dengan lipstik dan alis tebalnya, yang biasa menjajakan dagangan dan mangkal di wilayah Pantura. Tetapi Warem akronim dari Warung Remang-remang.

Sudah sejak lama Warem-warem ini berdiri di sepanjang kali Tarum Timur, lokasi persisnya di seputar Situ Baued (komplek warung Ikan Bakar) antara perempatan Jalan Tarum Timur Desa Kihiyang berbatasan dengan Desa Karangsari , Kecamatan Binong, kabupaten Subang ke arah timur, sekira 500 meter dari perempatan jalan TarumTimur Desa Kihiyang menuju ke arah Salamdarma.

Namun dari keterangan yang dihimpun, konon lokasi warem-warem itu masuk wilayah kerja Desa Neglasari, Kecamatan Pagaden.

Kasi Trantib Kecamatan Pagaden Hendrawan saat dimintai tanggapan dikantornya beberpa waktu lalu (15/4), terkesan melepaskan tanggung jawab. “ Iya nanti akan koordinasi dulu dengan pihak terkait, lagian belum/tidak ada biaya operasionalnya sehingga sulit untuk melangkah,” ujarnya.

Pihaknya mengaku, sebelumnya pernah melakukan penertiban di tempat warem itu, mereka berjanji akan meninggalkan lokasi itu, namun kini kondisinya malah makin semarak.

Dengan bermunculannya warem-warem bak jamur di musim hujan itu, warga Desa Kihiyang dan Karangsari khususnya kini merasa resah.

Lantaran dikhawatirkan bisa merusak moral masyarakat di lingkungan desa-desa setempat khususnya bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melewati tempat tersebut. “ Apalagi di bulan puasa ini jika pada malam hari masih saja beroperasi,” ujar Ust.Harun tokoh agama Desa Karangsari.

Dirinya menyesalkan adanya Warem yang berdiri di lokasi itu. Menurut Harun sebelumnya pernah ada salah satu bangunan Warem yang dibakar, tapi kini malah semakin banyak bermunculan. Harun merasa aneh kenapa pihak berwenang tidak segera menertibkan lokasi itu, padahal sudah amat meresahkan warga sekitar. Tandasnya.

Pemerhati keagamaan Itang Sungkawa,S.Hi yang juga Nyaleg DPRD Subang dari PBB di Dapil VII, saat dimintai tanggapan di kediamannya (2/6) menyatakan, bila kemungkaran seperti warem-warem itu harus dibasmi, tidak bisa dibiarkan berlama-lama bercokol dimanapun berada, lantaran dapat merusak tatanan sosial maupun kehidupan beragama.

Pihaknya mendesak aparat berwajib segera mengambil langkah konkrit, agar warga sekitar tidak selalu diselimuti rasa was-was berkepanjangan. “ Aparat berwajib terkesan tutup mata, kemana saja selama ini, ada warganya resah kenapa dibiarkan, jangan seakan aktifitas warem-warem itu dilindungi,” tandasnya.

Dirinya juga merasa heran apa yang dilontarkan Kasi Trantib Kec.Pagaden Hendrawan , belum bisa melangkah dengan dalih tidak adanya biaya operasional. “ Segala aktifitas kinerja Pemcam itu sudah ada anggarannya, kenapa mesti mengeluh,” tandasnya.

(CJ/Abdulah)

Komentar