oleh

Warga Kampung Pertanian Kota Bogor Tagih Janji Wali Kota Bima Arya

InilahOnline.com (Kota Bogor) – Warga Kampung Pertanian Rt 04 Rw 15 Kelurahan Menteng, Bogor Barat, Kota Bogor menagih janji Wali Kota Bogor Bima Arya terkait program “Bogor Caang” (Bogor Terang) dari tahun 2015 lalu. Wali Kota pernah berjanji akan melakukan penataan dan pemasangan lampu jembatan untuk penerangan jalan umum (PJU) guna penerangan dan kenyamanan serta meminimalisir tindak kejahatan di lingkungan kampung pertanian.

Namun sungguh Ironis, Wali Kota malah lebih ‘enjoy’ dengan membuat banyak taman yang menggunakan dana yang sangat besar. Padahal ada sebagian warga di kampung pertanian sangat membutuhkan PJU untuk menerangi lingkungan sekitar yang berpenduduk sebanyak 50 KK tidak merasakan kesejahteraan program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Tidak hanya itu, selama ini yang dikeluhkan oleh warga setempat bukan hanya Penerangan Jalan Umum (PJU) tetapi, program air bersih pun tidak pernah ada, sehingga warga harus mencari air bersih dari mata air yang ada disekitar kampung. Begitu pun dengan sarana jalan utama yang menuju Kampung Pertanian yang setiap hari digunakan warga masih dalam keadaan tanah dan bebatuan kurang kayak dipergunakan.

Dede Suhandi (40) warga kampung pertanian mengatakan, beginilah kondisi yang sebenarnya yang dirasakan oleh warga kampung pertanian, tidak adanya perhatian Pemkot Bogor dalam menyikapi kondisi warga kampung pertanian, dan keadaan ini sudah berjalan puluhan tahun.
“Seperti inilah kondisi yang sebenar-benarnya, kampung kami ini seperti di anak tirikan oleh pemerintah, selama berpuluh-puluh tahun tidak ada yang mau memperhatikan. Minim fasilitas seperti, tidak ada Penerangan Jalan Umum (PJU), akses jalan kami masih tanah dan berbatu, sumber air bersih minim,” kata Dede kepada InilahOnline.com, Jumat (14/7/2017).

Diakui Dede, dirinya bersama warga kampung pertanian sudah sering mengajukan permintaan bantuan untuk sarana dan prasarana kepada instansi terkait baik melalui Kelurahan, PDAM Tirta Pakuan, dan Dinas Wasbangkim namun semuanya hanya didengar sepintas dan tidak ada tindak lanjutnya.

“Tahun 2015 lalu Wali Kota pernah berjanji akan melakukan penataan dan pemasangan lampu jembatan kampung kami, tapi mana, sampai sekarang janji itu tidak pernah ada dan selama menjabat dia (Wali Kota) tidak mau meninjau kampung kami ini,” ujar Dede.

Dede memohon, dirinya meminta Pemkot Bogor bersama unsur kelurahan agar mau turun kebawah (Turba), lihat keadaan yang sebenarnya.

“Coba tolong pemerintah Kota Bogor lihatlah keadaan kampung kami ini, kami amat sangat memohon agar diperhatikan kondisi kampung kami ini. Begitu juga pak lurah sebagai pemantau dan pejembatan aspirasi masyarakat, harus mau ikut turun dan melihat keadaan,” pinta Dede.

Dede menambahkan, dirinya dan warga sudah beberapa kali mengajukan permintaan pemasangan jalur PDAM, karena setiap kemarau tiba, sumber mata air yang ada sering mengalami kekeringan begitupun dengan sarana MCK yang kini sudah tidak layak digunakan.

“Warga kami ini sangat membutuhkan air bersih, karena kami sangat kesusahan dikala musim kemarau, belum lagi MCK (mandi, cuci, kakus) yang ada sekarang ini sudah tidak layak lagi digunakan dan sumber mata air pun kini sudah mengecil dengan warga yang cukup padat,” pungkas Dede. (Nicko/Iqbal)

Komentar