Warga Perumahaan Pertanyakan Kembali Defisit Air Bersih, Ini Jawaban PT Sentul City

14/01/2018 12:15:20 Kategori: ,

InilahOnline.com (Sentul-Kab Bogor) - Puluhan warga RW 05 yang mewakili cluster Venesia, Sakura, Pasadena, MVR dan Like Side Home di perumahan elite Sentul City kembali menanyakan kepada pengelola perumahan perihal terjadinya defisit air yang sudah terjadi 1 bulan terakhir.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Taman Budaya Sentul City, Sabtu (13/1/2018) itu, warga meminta solusi dari pengembang agar masalah air ini cepat teratasi.

“Kami menanyakan kepada pihak pengelola terkait defisit air yang sudah berlangsung 1 bulan terakhir? Kami berharap Sentul City bisa mengatasi dan ada solusi masalah ini,” kata Wisnu salah satu warga RW 05 yang memiliki jumlah warga 1.500 KK tersebut.

Warga mempertanyakan keberadaan Water Treatment Plant (WTP) Vanesia yang sumber airnya diambil dari danau seluas 12 hektare sampai saat ini belum juga dioperasikan akibat adanya kendala perizinan air yang saat ini dihadapi oleh pengelola.

“Apa yang diperlukan oleh Sentul City untuk mendapatkan izin tersebut? Kami siap mendukung pengelola untuk memperoleh izin tersebut, bahkan kami pun siap mengirim surat ke instansi terkait berupa dukungan terhadap izin air di pemukiman ini, sehingga WTP Vanesia bisa dioperasikan,” ujar Wisnu.

Sementara itu, Jonni Kawaldi Presedir PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC) yang merupakan anak perusahaan PT Sentul City Tbk. menyatakan, pihak pengembang terus berupaya keras dan menjadikan prioritas utama dalam mencari solusi cepat mengatasi krisis air ini.

Dengan langkah-langkah yang diambil saat ini di antaranya, mengatur jadwal distribusi dengan mematikan suplai air ke pelanggan agar pada jam aktifitas warga membutuhkan air di pagi dan sore hari sudah tersedia.

"Membantu penyediaan air bagi warga yang sangat membutuhkan air pada saat jam mati air dengan menyediakan patroli tangki air ke kawasan pemukiman dan mengisi tandon-tandon air yang telah disediakan oleh developer di kawasan pemukiman," ungkap Jonni.

Menurut Jonni, pihaknya terus berkoordinasi dengan PDAM Tirta Kahuripan agar suplai air sesuai dengan perjanjian sebesar 90 lps segera terealisir. Sebelum itu tercapai, PDAM akan menaikkan debit suplai air di jam minimum pemakaian (malam hari) untuk membantu penambahan stok air untuk Sentul City.

“Kami berupaya meningkatkan produksi WTP yang ada saat ini dari 20 lps menjadi 40 lps, serta akan mengembangkan sumber air baru untuk memenuhi kebutuhan air,” urainya.

Selain itu, Direksi PT Sentul City, David Partono menambahkan saat ini ada sekelompok warga yang berusaha untuk mematikan izin air SC sehingga jika ini terjadi maka akan ada potensi pengurangan debit lagi 20 lps.

Masih menurut David, pihaknya saat ini sangat membutuhkan dukungan dari warga, sehingga instansi yang akan mengeluarkan izin tersebut tidak akan ragu lagi.

"Saya mohon warga disini siap mendukung kami untuk memperoleh izin tersebut bahkan siap mengirim surat ke instansi terkait berupa dukungan untuk memperoleh izin pengelolan air, sehingga dengan itu kami bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk penghuni di Sentul City." tandasnya.(ian)