Yonif Raider 100/PS, Pengabdian di Tapal Batas Papua

Berita, Daerah, TNI & POLRI2030 Dilihat

“Patroli ini juga bertujuan agar Prajurit lebih mengenal daerah yang ditempatinya,” katanya.

Dikatakan lagi, selama kegiatan patroli seluruh personel tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan.

Sementara, sejumlah warga yang disambangi dalam rute patroli, terlihat antusias menyambut kedatangan anggota Satgas Raider 100.

“Ini perintah Dansatgas. Dengan harapan dari Dansatgas, melalui kegiatan ini dapat menimbulkan rasa nyaman dan aman di lingkungan masyarakat, khususnya dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” sebutnya.

Membantu Pengobatan

Dengan berjalan kaki sejauh 3 kilometer, Musiusangaji (32) membawa anaknya, Erison (10), untuk mendapat perobatan di Pos Wembes Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS di Distrik Mannem, Kebupaten Keerom, Papua.

Erison menderita nyeri pada mata kaki sebelah kiri akibat luka lamanya (bekas bisul) yang kambuh kembali.

Hal ini disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS, Mayor Inf M Zia Ulhaq dari Keerom, Papua, Kamis (23/7/2020).

Dansatgas menjelaskan, ayah dan anak yang merupakan warga Kampung Suskun, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom. Mereka rela menempuh jarak yang cukup jauh demi mendapatkan perawatan medis dari Tim Kesehatan Satgas Raider 100 di Pos Wembes.

Sesampainya di Pos Wembes, tim kesehatan yang dipimpin Sertu Adik Syahwanto dibantu Praka Wendi dan Pratu Trijaka, melakukan pemeriksaan luka bekas bisul di kaki kiri Erison. Dari hasil pemeriksaan, ternyata luka lama itu sudah menganga sekitar 3 sentimeter.

“Inilah yang menimbulkan rasa nyeri dan berdenyut. Karenanya tim kesehatan langsung melakukan pensterilan pada bekas luka, kemudian memberikan betadine, lalu memerban lukanya,” kata Dansatgas.

Dari laporan Tim Kesehatan Pos Wembes, Dansatgas mengetahui kalau luka yang diderita Erison tidak parah, sehingga tidak diperlukan penanganan medis lebih jauh.

“Setelah diobati dan diperban, kepada adik Erison diingatkan untuk menjaga jangan sampai kena air, sampai bekas luka benar-benar kering,” jelasnya lagi.

Sementara, Musiusangaji merasa lega setelah mengetahui bahwa luka pada kaki anaknya tidak parah.

“Terima kasih kepada bapak TNI dari Pos Wembes Satgas Raider 100 yang sudah membantu perobatan kepada anak saya. Kini saya tidak khawatir lagi, karena sudah ada bapak-bapak TNI yang siap membantu warga,” katanya mengungkapkan. (rel/ Aziz Panjaitan)

banner 521x10

Komentar