oleh

Zona Merah di Jabar Semakin Bertambah, Gubernur Ridwan Kamil Larang Warganya Rayakan Tahun Baru 2021

INILAHONLINE.COM, BANDUNG

Zona merah leveling kasus covid 19 di Jabar bertambah menjadi 8 daerah. Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Jabar menyampaikan hal itu dalam jumpa pers usai Rapat Koordinasi Komite di Gedung Sate, Senin (14/12/2020).

“Zona merah itu adalah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kota Depok, Kabupaten Karawang. Kabupaten Bekasi malah turun dari zona Kuning” kata Kang Emil.

Oleh karena itu menurut Kang Emil daerah yang berada di zona merah agar terus memperhatikan potensi negatif yang akan terjadi jika tidak diantisipasi. Namun berita baiknya angka-angka persentase yang lain cukup baik.

“Angka kesembuhan masih di angka 82 persen, kematian 1.6 persen okupansi RS 75 persen. Kita juga sudah menyiapkan 15 gedung untuk isolasi, ditambah ada pernyataan dari Pak Kasad, Pak Andika bahwa Pusdik-Pusdik akan disumbangkan sebulan ke depan untuk ruang isolasi jika diperlukan” papar Kang Emil.

Menyinggung masalah vaksinasi, berdasarkan survey, sebagain besar masyarakat Jawa Barat sudah mengetahui tentang vaksin covid 19.

“Jadi sekitar 93 persen masyarakat sudah mengetahui tentang vaksinasi, Saya kira ini sosialisasi baik terimakasih rekan media. Kemudian dari hasil survey itu yang tidak bersedia divaksin hanya 9 persen, yang belum memutuskan 43,8 persen dan yang sudah yakin ingin divaksin 47,1 persen” jelasnya.

Sementara itu kebijakan pemerintah pusat sampai saat ini vaksinasi nantinya akan dibagi 2 yaitu masyarakat menengah ke bawah dibiayai pemerintah, yang kelas atas vaksinasi mandiri.

Jabar Melarang Perayaan Tahun Baru

Pemerintah Jawa Barat melarang perayaan tahun baru 2021. Menurut Kang Emil pelarangan perayaan tahun baru itu atas dasar upaya menghindari potensi penyebaran covid 19.

“Kami sudah putuskan melarang perayaan tahun baru. Intinya untuk menghindari kerumunan, karena dari pengalaman, libur panjang kemarin menyumbang peningkatan kasus covid” katanya.

Kebijakan pelarangan tahun baru itu menurut Kang Emil sudah disepakati juga dengan para Gubernur yang lain. Tempat wisata akan tetap dibuka, namun akan ada kebijakan mewajibkan pengunjung menunjukan rapid test.

“Terutama pengunjung dari daerah zona merah, harus menunjukan bukti hasil rapid test anti gen. Kalau di Bali menerapkan swab, sementara kita cukup dengan rapid anti gen” katanya.

Pelarangan perayaan tahun baru itu terutama yang merayakan secara besar-besaran seperti konser dan lain-lain baik terorganisir maupun tidak, baik out door maupun indoor.

“Kalau di indoor tetapi menimbulkan kerumunan tetap dilarang, namun bagi yang merayakan di rumah secara personal silahkan saja” pungkasnya. (Frida)

Komentar