100 Hari Kerja Walikota Jaksel Patut Diacungi Jempol

Megapolitan847 Dilihat

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Sepak terjang Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali, Lc, M.Ag, untuk menjadikan wilayahnya lebih tertib patut diacungi jempol. Dalam 100 hari kerjanya, Marullah telah membuat gebrakan dengan menutup tiga griya pijat yang melakukan praktik prostitusi serta tidak berizin di Kecamatan Kebayoran Lama.

Tindakan tersebut pun tidak dilakukannya dengan gegabah. Mendapat laporan dari masyarakat, Marullah kemudian membahas dengan Camat Kebayoran Lama, Sayid Ali dan jajaran terkait. Sidak pun dilakukan ke griya pijat O2, Gives dan NYX di Jalan Sultan Iskandar Muda.

Bukti pelanggaran pun langsung didapat oleh tim sidak, yang kemudian dilaporkan ke tingkat provinsi untuk rekomendasi pencabutan izin dan penutupan tempat usaha griya pijat yang telah bertahun-tahun meresahkan masyarakat sekitar.

Marullah yang mengawali karir PNS nya di Biro Bina Mental Spiritual Provinsi DKI Jakarta tersebut telah menduduki berbagai jabatan. Hingga sebelum dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Selatan, 5 Juli lalu, Marullah memegang jabatan sebagai Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Pengendalian Penduduk.

Latar belakang pendidikan formal agama Islam yang dimilikinya didapat sejak bangku MTs, membawa Marullah menjadi sosok yang selalu menjalankan tugasnya sesuai tuntunan dan aturan agama. Hal inilah yang menjadikan pria kelahiran 27 November 1965 tersebut, tegas untuk menindak pengusaha yang melanggar aturan.

Namun Marullah yakin untuk menegakkan aturan ke masyarakat juga harus melalui peningkatan kualitas keagamaan, baik di jajaran pejabat maupun masyarakatnya sendiri. Untuk itu itu pun membuat beberapa program religi, seperti Gerakan Maghrib Mengaji.

“Ini kegiatan yang sangat berkah yaitu gerakan Maghrib Mengaji. Ini tradisi masyarakat di lingkup Jakarta. Kita perlu terus menjadikan Maghrib Mengaji sebagai budaya keagamaan yang ada di lingkup masyarakat Jakarta,” ujarnya bapak dua anak ini beberapa waktu lalu.

Selain itu, bersama tiga pilar, Marullah pun menggalakkan program salat Jumat keliling dan subuh berjamaah.

“Tujuannya untuk lebih mendekatkan diri ke masyarakat, tahu permasalahan langsung yang ada di masyarakat. Dan yang paling utama ya meningkatkan sinergitas tiga pilar,” tuturnya.

Lulusan S1 Agama Islam Universitas Basra Saudi Arabia ini pun menggalakkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan bersih lingkungan. Sebab hal ini menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan masyarakat Jakarta Selatan yang sehat.

Sementara untuk ASN ia pun secara tegas akan menindak siapapun yang terlibat dengan praktik pungutan liar (Pungli). “Jangan coba-coba, karena kita punya tim. Tim Saber Pungli yang melibatkan komponen yang ada mulai dari Kepolisian, Kejaksaan hingga unsur terkait lainnya,” ucapnya.

ASN pun diminta untuk kerja dengan baik memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebab dengan gaji dan tunjangan yang telah mumpuni, ASN sudah bisa hidup layak.

“Hari ini masih pungli? ya udah bukan jamannya lagi, berarti kita tidak berubah. Kalau ada orang yang mengambil kesempatan untuk memungut pungutan di luar daripada yang legal, tentu harus mendapatkan sanksi,” tegas Marullah yang mendapatkan gelar master Hukum Islam dari IAIN (sekarang UIN) Jakarta.

(Badar)

banner 521x10

Komentar