oleh

20 Inovasi Lolos Seleksi dalam Pelayanan Publik Diselenggarakan Pemprov Jateng

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Meskipun penyelenggaraan pelayanan publik di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah masuk dalam zona hijau (baik), menurut penilaian Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, namun tidak lantas membuat pemerintah berpuas diri.

Pemprov akan terus memperbaiki kualitas pelayanan publik yang mudah, murah, cepat. Bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin intens menggandeng Pemerintah Kab/Kota untuk bergerak meningkatkan kualitas pelayanan publik di masing-masing daerahnya.

Satu di antara upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Provinsi Jawa tengah, yang baru pertama kali dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018.

Kata Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengatakan sebenarnya Kementerian PAN RB sudah menyelenggarakan kegiatan yang sama. Namun semangat berinovasi dari unit penyelenggara pelayanan publik yang ada masih belum terlihat gayeng.

“Oleh karena itu, ditempuh upaya kompetisi inovasi pelayanan publik di tingkat daerah, yang nantinya akan terus didorong untuk bisa maju berkompetisi ke tingkat nasional,” tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga untuk mendukung gerakan Satu Instansi, Satu Inovasi (One Agency, One Innovation), yang telah dicanangkan oleh Menteri PAN dan RB dalam Gelar Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2015 di Jakarta.

”Inovasi Pelayanan Publik merupakan terobosan pelayanan publik, baik ide kreatif orisinal atau modifikasi, yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung, sehingga inovasi pelayanan publik tidak mengharuskan suatu penemuan baru,”ungkapnya.

Adapun tema kompetisi inovasi pelayanan publik tahun 2018 adalah “Inovasi Pelayanan Publik untuk Mewujudkan Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari”, dengan tetap mengedepankan semangat membangun integritas “Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi”.

Dyah menjelaskan, tujuan dari terselenggaranya Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018, yaitu menjaring, mendokumentasikan, mendiseminasikan, dan mempromosikan inovasi sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, memberikan apresiasi dan penghargaan bagi penyelenggara pelayanan publik, yang inovasinya ditetapkan sebagai Top Inovasi Pelayanan Publik.

”Adapun kegiatan ini juga memotivasi penyelenggara pelayanan publik, untuk meningkatkan inovasi dan profesionalisme dalam pemberian pelayanan publik, meningkatkan citra penyelenggara pelayanan publik, terakhir menjadi sarana pertukaran pengalaman dan pembelajaran inovasi,” tandasnya.

Dia menambahkan, pada awal pembukaan pendaftaran, terkirim usulan sejumlah 229 (dua ratus dua puluh sembilan) inovasi pelayanan publik dari unit penyelenggara pelayanan publik di Provinsi maupun Kab/Kota se-Jawa Tengah.

”Dari 229 inovasi tersebut, dilakukan seleksi administrasi oleh Tim dari Biro Organisasi Setda Provinsi Jateng, dan yang lolos diusulkan ke Tim Penilai independen dari kalangan media Suara Merdeka, Tribun Jateng, Perguruan Tinggi (UNDIP, UNISULA, UKSW). Selanjutnya diperoleh hasil penilaian 20 inovasi yang diikutkan dalam seleksi presentasi dan wawancara pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2018,” bebernya.

Hasil seleksi dan wawancara akan diambil 10 inovasi terbaik yang akan menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah, pada Pesta Rakyat Jawa Tengah Tahun 2018 tanggal 18 Agustus 2018 di Pemalang.(Suparman)

Komentar