50 Hari Kampanye, Ganjar Nginap Di Rumah Warga

05/04/2018 16:49:05 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, REMBANG - Tak terasa sudah 50 hari masa kampanye Pilgub Jateng 2018 berjalan. Calon Gubernur Ganjar Pranowo tanpa lelah terus menjelajah pelosok Jateng untuk menemui warga dan menyosialisasikan visi misi dan program kerjanya.

Selama itu pula Ganjar selalu memilih menginap di desa. Ia tidur di rumah-rumah warga sembari berdialog lewat acara Ngopi Bareng Ganjar.

Acara ini sebenarnya sudah berlangsung sejak awal menjabat gubernur periode pertama 2013. Ganjar datang ke suatu desa, berdialog dengan ratusan hingga ribuan warga setempat. Sembari menyeruput kopi dan ngemil jajanan khas desa.

Tak selalu cuma menerima keluhan dan menjawab persoalan, sering pula Ganjar mendapat inspirasi untuk kerja-kerjanya ke depan.

"Di Wonogiri saya belajar dari kelompok wanita tani yang mengembangkan pertanian organik. Mereka mandiri, tidak bergantung pupuk subsidi. Ini inspiratif sekali. Saya jadi punya ide bagaimana buat gerakan organik di Jateng," kata Ganjar saat Ngopi Bareng di Desa Candimulyo, Kecamatan Seda , Kabupaten Rembang, (4/4/2018).

Candimulyo adalah salah satu desa terpencil di Selatan kota Rembang. Dari pusat kota berjarak sekitar 30 kilometer yang bisa ditempuh sekitar satu jam dengan kendaraan roda empat dengan melewati hutan jati di kanan kiri.

Di desa yang berkontur perbukitan ini, mayoritas warganya berprofesi petani. "Sama nyambi beternak sapi, mayoritas punya sapi," kata Darmanto, salah satu warga.

Kepada Ganjar, Darmanto meminta bantuan mantri ternak untuk membantu warga dalam mengembiakkan sapi-sapi mereka. "Kami bingung mengawinkan sapi kok susah tidak hamil-hamil, kadang sampai 9 kali baru bisa," katanya.

Dalam dialog diketahui warga belum punya pengetahuan dalam beternak sapi. Ganjar pun menyanggupi mengirim penyuluh peternakan yang jempolan.

"Sapi kalau mau kawin itu cirinya tiga A, abang (merah), abuh (bengkak), anget (hangat). Coba didemek (disentuh) itunya," kata Ganjar. Warga, terutama ibu-ubu tertawa berkepanjangan.

Begitulah gaya Ganjar. Persoalan serius ia bahas dengan canda. Saling menyahut dan mengolok-olok dengan warga sudah jadi kebiasaan. Tak ada yang marah. Tak ada yang merasa direndahkan. Ngobrol gayeng ini berhasil memupus jarak antara pemimpin dan rakyatnya.

Apalagi Ganjar tak ragu menyelesaikan persoalan saat itu juga. Misalnya ketika Ngopi Bareng di Pemalang ia mendapat keluhan kurangnya pupuk. Saat itu juga, di depan ratusan warga desa, Ganjar menelepon Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Dua hari kemudian PT Pupuk Indonesia mengirim stok pupuk bersubsidi ke sana.

Ketika menginap di rumah warga, ia juga tak pernah ingin merepotkan. Tak masalah jika harus tidur di kamar sempit reyot milik Patonah, nenek tua yang mengidap stroke, di desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, Tegal.

Begitu juga di Candimulyo semalam, Ganjar tidur seadanya di rumah salah satu warga. Subuh berjamaah di masjid setempat dilanjutkan ngobrol dengan tetangga. Guyub rasanya. (Suparman)