oleh

Akibat Salah Input Data, Desa Penerima Bandes Dibuat Gigit Jari

INILAHONLINE.COM, SUBANG

Warga penduduk Rt.10/02, Desa Rancaudik, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Prov.Jawa Barat sebagai calon penerima manfaat dana Bantuan Desa (Bandes) bersumber APBD kab.Subang TA 2019 terpaksa harus gigit jari karena dananya tidak bisa dicairkan, diduga akibat salah input data.

Dana Bandes sebesar Rp.50 juta itu semula diperuntukan membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) dan Pengaspalan Jalan Desa di lingkungan warga Rt.10/02, terpaksa pelaksanaanya harus ditunda dan dampaknya masyarakat tidak bisa segera memperoleh manfaat dari rencana pembangunan itu, padahal masyarakat sangat membutuhkan.

Menurut Kabid Pemerintahan Desa Dispemdes Kab.Subang Dadan Dwiyana, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menjelaskan, tidak bisa dicairkannya dana Bandes itu, karena datanya tidak sinkron, nomenklaturnya tidak sama antara Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) yang tertuang di SK Bupati dengan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) di BKAD Kab.Subang, sehingga pihaknya tidak bisa menerbitkan Rekomendasi bagi Desa ybs.

Dalam SK Bupati CPCL Bandes itu tertulis jenis dan lokasi kegiatan di RT.10/02, Desa Rancaudik,Kec. Tambakdahan, tapi dalam DPA dengan jenis dan lokasi kegiatan yang sama tertulis di Desa/Kec. Tambakdahan dengan Kode Rekening (Korek) 5.1.7.06.210, sementara Korek Desa Rancaudik 5.1.7.06.211.

Dengan kondisi demikian, apabila direkomnedasi kelak akan menjadi temuan auditor. “Sebelumnya ketika membuat draft SK penetapan CPCL Bandes konsepnya kami terima dari BKAD,” tandasnya.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Subang H.Syawal melalui Kabid Anggaran Asep Saeful Hidayat saat dikofirmasi di ruang kerjanya mengungkapkan, ketidak sinkronan data itu diduga akibat sistemnya error. Menurut Asep bila kedapatan nama desa yang sama dengan kecamatan berbeda kadang sistemnya error, “ tapi lebih teknisnya silahkan hubungi staf saya Mas Kirno,” ujarnya mengarahkan.

Namun pihaknya berjanji akan segera menyelesaikan persoalan ini, dengan menghubungi pihak aspirator (anggota DPRD ybs -Red) untuk memastikan dana Bandes itu diarahkan kemana, selanjutnya akan dimasukan di APBD Perubahan TA 2019. Pungkasnya.

Anggota DPRD Subang Aceng Kudus sebagai aspirator penentu usulan dana Bandes tersebut, ketika dikonfirmasi (9/9) menyatakan akan menelusuri terlebih dahulu dimana penyebab errornya. Tapi pihaknya memastikan bila Bandes dimaksud masih ada peluang untuk bisa dikucurkan melalui APBD-P TA 2019 dengan tidak merubah Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) semula yang pernah dianggarkan dalam APBD murni TA 2019, ujarnya.

Aktifis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara-RI (LPPN-RI) kab.Subang-Purwakarta Wahyudin menaggapi fenomena ini kepada awak media (10/9) menyesalkan atas kejadian itu, karena menurutnya ha-hak masyarakat ybs menjadi terampas dan dapat mengganggu lajunya proses pembangunan.

Kemudian Wahyudin juga mempertanyakan apakah dibenarkan aspirator menyalurkan Bandes ke beda Dapil, karena lazimnya aspirator itu mewakili konsituenya di Dapilnya masing-masing.

Seperti diketahui Aceng Kudus (PartaiGerinda) berasal dari Dapil-6 (Kec.Compreng, Cipunagara, Pagaden, Pagaden Barat), tapi ironis manyalurkan Bandesnya di Dapil-7 (Kec.Tambakdahan, Binong, Cikaum, Purwadadi). Sementara Desa calon penerima Bandes ini berada di wilayah Kec.Tambakdahan, sehingga terkesan tidak beraturan, kritik Wahyudin.

(Abdulah)

Komentar