Arak-Arakan Abu Kimsin Meriahkan Puncak Acara Festifal Cheng Ho

12/08/2018 18:17:14 Kategori: , ,

INILAHONLINE.COM, SEMARANG - Puncak perayaan Kedatangan Laksamana Cheng Ho dimeriahkan dengan arak-arakan abu Kimsin dari Klenteng Tay Kak Sie, menuju Klenteng Sam Poo Kong. Arak-arakan tersebut dimulai dari Klenteng Tay Kak Sie di Jalan Lombok.

Arak-arakan yang mendapat perhatian warga itu, melewati Gang Warung, Kranggan Timur, Kranggan Barat, dan Jalan Depok. Selanjurtnya, arak-arakan melewati Jalan Pemuda, Jalan Mgr Soegiyopranoto, Bojong Salaman, Jalan Simongan, dan berakhir di Klenteng Sam Poo Kong.

Acara yang berlangsung Minggu (12/8/2018) itu, diikuti dengan berbagai kostum dikenakan oleh para peserta arak-arakan, seperti kostum kerajaan, kostum bermotif loreng, dan koatum khas Tionghoa lainnya.

''Kedatangan Kimsin di Klenteng Sam Poo Kong, disambut oleh ribuan wisatawan yang membanjiri area halaman Gedung Batu. Berbagai pertunjukanpun ditampilkan, untuk menjamu para wisatawan yang datang dari berbagai daerah,''kata seorang petugas yangtidak mau menyebtukan namanya.

Sejumlah barongsai dan Naga Liong menunjukan aksinya di Gedung Batu, diiringi musik yang terdengar ke seluruh penjuru area Sam Poo Kong. Gedawangan atau patung besar yang mirip dengan ondel-ondel. juga ikut berjoget asik memeriahkan Festival Cheng Ho.

''Tidak hanya budaya Tionghoa saja yang ditampilkan dalam acara festival Cheng Ho, pergelaran drama tari babad alas dari Kandeman Demak yang merupakan budaya jawa juga ditampilkan,''tuturnya.

Sementara sorang warga asli Simongan, Rita Purwani mengatakan, tidak ada bosannya menonton festival Cheng Ho yang diadakan setiap tahun.

"Acaranya menghibur terutama menghibur anak-anak kecil. Acara ini bagus untuk mendidik anak-anak dengan mengenalkan budaya kepada mereka," tuturnya.

Tidak hanya wisatawan domestik yang menyaksikan festival Cheng Ho ini. Seorang wisatawan asing juga turut menikmati sajian pertunjukan budaya, yang digelar dalam rangka ulang tahun kedatangan Cheng Ho.

Abby, wisatawan dari Kanada yang baru pertama kalinya datang ke Semarang, mengatakan dirinya sangat menyukai pertunjukan yang disajikan.

"Budayanya sangat menarik. Di Kanada tidak ada budaya seperti ini. Baru pertama kalinya saya lihat pertunjukan seperti ini,''ucapnya.(Suparman)