Bawaslu Jateng “Kick Off Sesarengan Ngawasi” Pada Pemilihan Serentak 2024

Tak Berkategori620 Dilihat
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah, melauching “Kick off sesarengan Ngawasi” di alun alun drh Soepardi Kota Mungkid, Kabupaten Magelang. (Foto Ali Subchi)

INILAHONLINE.COM, MAGELANG –  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah, melauching maskot dan tagline pengawasan Pemilu Pemilihahn Kepala Daerah (Pilkada) 2024, dengan meluncurkan Burung Hantu  Wasra dan Wasri, dengan tagline 2024 bertajuk “Kick off sesarengan Ngawasi” di alun alun drh Soepardi Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jumat (12 Juli 2024) malam.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin kepada wartawan di rumah Dinas Bupati Magelang menjelaskan,  kegiatan launching kali ini melibatkan pekerja seni Gilga Sahid yang sedang akrab di masyarakat, agar memantik animo masyarakat untuk hadir, sehingga sosialisasi akan massif diterima oleh masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Forkopimda Jateng, Forkopimda Magelang, stakeholder kepemiluan dan Bawaslu Kabupaten Kota se Jawa Tengah, serta 365 tamu undangan dan target lebih dari 5000 penonton umum diharapkan hadir.

Launching Pengawasan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 “Kick Off Sesarengan Ngawasi” bermakna “Bersama-sama melakukan Pengawasan, Sesarengan Jumangkah Bersama melangkah sebagaimana misi Bawaslu Menjadi Pengawas Pemilu/Pemilihan yang Terpercaya. 

Lebih luas harapannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Jawa Tengah tentang pentingnya partisipasi dalam pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024. Selain itu mendorong partisipasi aktif dalam pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024, dengan mengajak mereka untuk menggunakan hak pilihnya dan berani melaporkan pelanggaran yang terjadi.

Selain melakukan launching pengawasan, Bawaslu Jawa Tengah juga mmensosialisasikan maskot Bawaslu Jawa Tengah yang akrab dikenal Wasra dan Wasri. Pembeda maskot milik Jawa Tengah dengan pusat sangat mencolok, diantaranya pemakaian beskap lurik, jarik, blangkon dan kembang kantil. Beberapa atribut yang dikenakan memiliki makna masing masing.

Lebih lanjut terdapat slogan “Sesarengan Ngawasi” pada Wasra Wasri yang memiliki makna bersama sama melangkah bersama mengawasi proses Pemilihan tahun 2024 serentak di Jawa Tengah. Harapnya, dengan slogan tersebut Masyarakat dan Bawaslu menjadi sebuah kekuatan besar dalam menegakan demokrasi.

Mengingat tahapan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 sudah berlangsung pada tahapan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih, serta pemenuhan persyaratan dukungan minimal untuk pasangan calon perseorangan, sehingga dengan adanya kegiatan ini juga sebagai sarana mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengawasan setiap tahapan Pilkada 2024. “Jika menemukan dugaan pelanggaran,  agar segera melaporkan ke pengawas pemilu terdekat. Partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pilkada, akan semakin meningkatkan kualitas dan integritas demokrasi di Pilkada,” ujarnya. 

Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Jateng, Nur Kholiq menambahkan,  Maskot bergambar burung hantu hampir mirip dengan maskot nasional. Namun, maskot pengawasan tingkat Provinsi Jateng sedikit berbeda, dan mengandung lokalitas Jateng, seperti memakai blangkon, baju lurik, batik dan kembang kantil.

Gelaran awal pengawasan Pilkada 2024 tersebut bermakna  melangkah bersama mengawasi proses Pilkada tahun 2024 serentak di Jawa Tengah. Harapannya dengan slogan tersebut masyarakat dan bawaslu menjadi sebuah kekuatan besar dalam menegakkan demokrasi. 

Maskot  burung hantu membaca kaca pembesar mempunyai arti yang mengusung semangat dalam pengawasan. harapannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Jateng untuk menggunakan hak pilihnya dan berani melaporkan pelanggaran yang terjadi.

Kepala Kesbangpol Provinsi Jateng, Haerudin mengatakan, suksesnya pelaksanaan Pilkada 2024 ini dapat dilihat dari partisipasi masyarakat yang tinggi. Selain itu, Ttdak hanya partisipasi masyarakat saja pasa saat pemilihan, melainkan juga melakukan  pengawasan.

”Peran pengawasan menempati posisi yang sangat sentral untuk membangun pilkada yang berkualitas dan berintegritas. Untuk itu, pengawasan harus dilaksanakan pada setiap tahapan,” kata Haerudin. (Ali Subchi)

banner 521x10

Komentar