Bebersih Lahir Batin Tekad Slamet, PNS Kota Bogor Lewat Giat Jumsih

Megapolitan373 Dilihat

InilahOnline.com (Kota Bogor) – Tekad Slamet, Humas Pemkot Bogor ternyata sangat luhur dan spontan ketika di Balaikota mulai digalakkan kegiatan Jumsih usai apel pagi di tahun Anjing Tanah, 2018. Tak hanya cepat tanggap menghadapi instruksi Sekdakot itu, Slamet juga tampak enerjik dan mudah beradaptasi, dengan tenang ia menjadikan program baru ini tak hanya bebersih lahiriah, tapi juga batiniah.

“Itu penting, mengingat diri ini kan meliputi sisi fisik, jasad, lahiriah, juga ruh, batiniah. Dengan begitu, giat atau program Jumsih harus benar-benar mengcover dua sisi itu, sehingga umur kita yang hakikatnya adalah immaratul badan birruh, olah ruhani demi memakmurkan badani, dapat terwujud,” ungkap Slamet, pria yang suka memelihara brewok itu ketika ditemui wartawan, Minggu (7/1/2018).

Mengawali 2018, tepatnya pada Jumat pertama (5/1) pagi, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengajak semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Bogor, khususnya di lingkungan Balaikota Bogor untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan Jumat Bersih (Jumsih).

Pelaksanaan Jumsih ini dilakukan, seusai apel pagi. Para PNS langsung menuju kantornya masing-masing untuk segera melaksanakan instruksi Sekda. Sekda didampingi Asisten Umum Setda Kota Bogor, Arif Mustofa memantau pelaksanaan Jumsih dengan mengunjungi beberapa kantor yang sedang dibersihkan hingga ke bagian belakang kantor. Guna mendukung Jumsih, Bagian Umum Setda Kota Bogor menyediakan satu unit mobil bak terbuka untuk mengangkut sampah dan barang-barang tak terpakai, seperti kardus-kardus dan berkas atau dokumen.

Menurut Slamet, jelang Jumsih, para PNS selayaknya juga bebenah diri. Bagi yang muslim, mandi Jumat, memotong kuku, mengerat bulu ketiak, jenggot, dan merapikan kumis. “Subuhnya berjamaah. Itu yang dikhawatirkan kaum lain, terutama Yahudi. Ikuti kultum sehabis Subuh, lantas ke tempat kerja. Ada apel pagi, lantas giat Jumsih. Jadi, gayung bersambut,” tandasnya.

Ia tak menampik dengan rencana petahana, Bima Arya Sugiarto, walikota Bogor saat ini yang mau maju di Pilkada Bogor 2018 bersama mantan Direktur KPK, Dedie A Rachim, dengan membawa Kota Bogor lebih bersih, baik diri warga maupun pemerintahannya (good governance).

“Saya tak berpolitik, PNS harus jaga netralitasnya. Tapi, siapapun kandidatnya, jika membawa warga Kota Bogor ke arah yang lebih bersih, ya bagus,” ucap Slamet, kemudian menambahkan, “Di luar PNS, siapapun boleh membawa program, visi-misi, namun tetap mengacu pada RPJMD sebagai blueprint pembangunan daerah yang sudah disepakati bersama. Intinya, lahir-batin, itu mesti diperjuangkan dan dikawal ketat agar kota tercinta ini bersih dari pengaruh negatif arus globalisasi.” (Mochamad Ircham)

banner 521x10

Komentar