oleh

Bentuk Konsorsium Jawa untuk Antisipasi tidak Terpenuhi PTSL di Jawa

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Kekhawatiran tidak terpenuhinya target terhadap program Pensertifikatan Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) mendapat perhatian serius Kakanwil ATR/BPN Jateng Heri Santosa, sebelum melakukan serah terima jabatan kepada pejabat baru Jonahar sebagai penggantinya.

Pejabat baru yang sebelumnya menjabat sebagai Kakanwil ATR/BPN Sulawesi Tengah ini, diharapkan bisa meneruskan target yang sudah ditentukan oleh pejabat sebelumnya, yaitu sebanyak 1,2 juta sertifikat bidang tanah dalam tahun 2018.

”Karena ATR/BPN Jawa Tengah sebagai barometer terhadap program pemerintah ini, maka jangan sampai kalah dengan Provinsi diluar Jawa,” kata Heri Santosa dihadapan para kepala ATR/BPN se-Jawa Tengah di kantor ATR/BPN Jalan Ki Mangunsarkoro, Kamis (2/8/2018) malam.

Menurut Heri Santosa, yang sekarang menjabat sebagai Kakanwil ATR/BPN Jawa Timur, pihaknya masih menekankan kreatifitas dan terobosan serta inovasi untuk bisa meraih target PTSL yang jumlahnya cukup besar tersebut.

”Target Provinsi Jawa Tengah yang meningkat menjadi 1,3 sertifikat bidang tanah, diharapkan akhir tahun ini bisa tercapai dan terpenuhi,” pintanya dalam acara serah terima jabatan itu.

Namun demikian, lanjut Heri, untuk memenuhi target itu harus dilakukan kerja ekstra keras dan lembur, sehingga target dari Presiden sebanyak 7 juta sertifikat bidang tanah bisa terealisir dengan baik. Sebab dari jiumlah ini 5 juta sertiifikat bidang tanah berada di Jawa.

”Jika target dari Presiden tentang PTSL tidak bisa sesuai, maka kita akan hancur. Namun jika wilayah Jawa sampai hancur, berarti pulang kampung kita lebih hancur,” tandas Kakanwil ATR/BPN Jawa Timur yang sudah melanglang buana berbagai jabatan yang dipegangnya.

Ia menambahkan, pihaknya sangat yakin terhadap penggantinya di Jateng ini, karena pak Jonahar sudah berhasil melakukan kerjasama dengan pihak ketiga dalam pensertifikatan tanah, sehingga sukses di Sulawesi Tengah.

”Saya yakin penggantinya sebagai pekerja keras, diharapkan tahun depan sebanyak 9 juta bidang tanah, yang diinginkan presiden bersertifikat bisa terwujud,” paparnya.

Sementara itu Jonahar dalam kesempatan itu mengatakan, keberhasilan pak Heri dalam menjalankan tugasnya di Jawa Tengah, patut diacungi jempol sehingga menjadi percontohan nasional akan saya teruskan.

”Oleh karena itu, jabatan yang duduki sekarang bisa memacu kinerja dalam mencapai target yang ditentukan dalam PTSL tersebut,” tuturnya.

Ia mengaku, selama menjabat di Sulawesi Tengah masalah pensertifikatan tanah yang menyangkut hidup masyarakat, bisa terlaksana dengan baik yang melibatkan pihak ketiga. ”Jadi ada CSR yang dilakukan dengan pihak ketiga, dalam percepatan PTSL itu,” ungkapnya.

Meski demikian, tambahnya, untuk mempercepat target yang sudah ditentukan itu, akan melibatkan 200 petugas ukur yang bisa bergerak cepat di lapangan dan bekerja sama dengan pemerintah daerah.

”Untuk bisa memenuhinya kiata harus kerja kreatif yang bisa selesaikan masalah, sehingga tidak dikeluhkan masyarakat,”paparnya.

Terkait program PTSL yang menjadi kebijakan Presiden Joko Widodo, sehingga bisa terwujud baik dan tidak bermasalah Heri Santosa (Kakanwil ATR/BPN Jawa Timur) dan Jonahar (Kakanwil ATR/BPN Jawa Tengah) berencana membuat terobosan baru yaitu membentuk konsorsium di wilayah Jawa.

”Adanya Konsorsiun Kanwil ini terdiri dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Khusus konsosrsium Jawa Tengah harus bisa yang terbaik, meski ada Jawa Timur dan Jawa Barat,” paparnya.

Serah terima Jabatan kakanwilATR/BPN Jawa Tengah dari pejabat lama Drs Heri Santosa yang pindah sebagai Kakanwil ATR/BPN Jawa Timur ini, diganti oleh Ir Jonahar M,Eng yang sebelumnya menjabat sebagai kakanwil ATR/BPN Sulawesi Tengah. Dalam sertijab itu dihadiri oleh para pejabat kakanwil ATR/BPK Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.(Suparman)

Komentar