oleh

Bima-Dedie Hadiri Halal Bihalal Tingkat Jabar hingga Silaturahmi ke Rumah Wali Kota Bogor ke-11

INILAHONLINE.COM, BANDUNG

Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim menghadiri Halal Bihalal dan Silaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah bersama seluruh unsur Forkopimda, OPD, dan Bupati/Walikota se-Jawa Barat di area Parkir Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (11/6/2019).

Menurut Bima, acara yang digelar oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu merupakan bagian dari ikhtiar dalam merawat kebersamaan dalam keberagaman dari masa ke masa. “Semoga semangat silaturahmi dan semangat kebersamaan terus terjaga dan meningkat meski sudah melewati bulan Ramadhan,” ungkap Bima yang juga didampingi Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat.

Dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak momentum Idul Fitri untuk dijadikan momen untuk melupakan semua perbedaan. Sebab, bulan Syawal menjadi waktu paling tepat guna meningkatkan spiritualitas sekaligus merekatkan persaudaraan dengan sesama umat manusia.

“Jadi, di bulan Syawal ini, lupakan perbedaan-perbedaan duniawi. Kita cari kesamaan spiritualitas yang menjadikan kita muslim dan mukmin yang baik,” ucapnya.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menyebut pesan utama dan terpenting dalam Halal Bihalal dan Silaturahmi tersebut adalah persatuan. Melupakan perbedaan dan fokus mencari persamaan, kata dia, adalah kunci untuk bersatu dan saling menguatkan.

“Jangan suka hobi mencari perbedaan karena pasti ketemu, cari-lah persamaan untuk menguatkan ukhuwah,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Gubernur Jawa Barat Periode 2008-2018 Ahmad Heryawan, beserta istri Netty Prasetiyani Heryawan. Hadir pula penjabat Gubernur Jawa Barat periode 2018 Mochamad Iriawan, serta sejumlah tokoh lainnya.

Usai Halal Bihalal di Gedung Sate, Bima Arya dan Dedie Rachim melanjutkan silaturahminya ke kediaman Wali Kota Bogor ke-11 periode 1984-1989, yakni Ir Muhammad di kawasan Pasteur, Bandung.

Bagi Bima, silaturahmi itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para senior-senior dalam membangun Kota Bogor sesuai dengan pribahasa Sunda yang berbunyi: dinu kiwari ngancik nu bihari seja ayeuna sampeureun jaga.

“Artinya, apa yang kita nikmati hari ini adalah warisan pendahulu, dan apa yang kita nikmati sekarang akan diwarisi untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Ir Muhammad merupakan sosok Wali Kota Bogor yang memiliki keahlian dibidang teknik Arsitektur lulusan Fakultas Teknik dari jurusan Arsitektur ITB.

Hal ini sangat cocok dengan kondisi waktu itu, dimana pemerintah pusat sedang gencar-gencarnya membangun di berbagai bidang. Berbekal ilmu yang dimiliki Muhammad melakukan tata kelola dan rancang bangun Kota Bogor.

Muhammad sempat menggagas perluasan wilayah administratif Kota Bogor dan mendapat respon dari Bupati Bogor pada waktu itu, Soedardjat Nataatmadja. Perluasan Kota Bogor sebagai salah satu alternatif pilihan dalam melakukan penataan sebuah wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Namun perluasan wilayah Kota Bogor belum terwujud hingga akhir masa kepemimpinannya.

Pada kepemimpinan Muhammad Kota Bogor berhasil meraih piagam penghargaan Adipura selama tiga kali berturut-turut. Sebuah prestasi yang membanggakan masyarakat Kota Bogor.Bogor sebagai kota ATLAS, direalisasikan. Salah satu kebijakan Muhammad adalah berusaha menciptakan kondisi lingkungan yang sehat, untuk itu lokasi peternakan sapi perah dari kawasan Kelurahan Kebon Pedes dipindahkan ke Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang jauh dari pemukiman penduduk.

Kebijakan Muhammad dalam menata pusat kota dapat dilihat saat merelokasi pergudangan ke luar kota yang diberlakukan sejak 31 Desember 1988. Hal ini dilakukan karena perkembangan fungsi Kota Bogor sebagai kota permukiman, pendidikan, pariwisata, dan perdagangan regional.Muhammad juga berhasil menata kawasan PKL (Pedagang Kaki Lima) melalui program yang dikenal Lapel (Lembaga Pengembangan Ekonomi Lemah). Sementara dalam pembangunan keagamaan pada Tahun 1987, dibangun Masjid Agung di sekitar kawasan Kebon Kembang, Kelurahan Pabaton Bogor Tengah.Peresmian Masjid Agung dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat H. Aang Kunaefi.

Silaturahmi kepada mantan Wali Kota Bogor ini merupakan kesekian kalinya yang dilakukan Bima Arya pasca Idul Fitri 1440 H / 2019. Sebelumnya juga Bima Arya menyambangi kediaman Diani Budiarto (wali kota periode 2005-2009 dan 2009-2014). Kemudian akan dilanjutkan kepada sesepuh lainnya.

(ian Lukito)

Komentar