Bir Pletok, Minuman Khas Betawi Kaya Manfaat

Bir pletok merupakan salah satu minuman khas warga Betawi sejak zaman penjajahan. Bahan-bahan rempah yang terkandung, membuat minuman rakyat itu juga sekaligus sebagai obat beberapa penyakit.

“Dahulu kan orang Betawi ingin minum wine, tapi tidak mungkin. Nah dibuatlah minuman dengan rempah-rempah yang warnanya bisa menyerupai wine. Kalau pletok, diambil dari bunyi penutup botol wine yang berbunyi saat dibuka,” ujar Ika Hartika (51) salah satu pelaku IKM produk bir pletok, Minggu (17/3).

Ika sendiri mendapatkan resep membuat bir pletok turun menurun. Hanya saja ia baru mengemas bir pletok untuk dijual mulai 2007 lalu.

“Kandungannya itu air, jahe besar, jahe kecil, lada, daun jeruk, sereh, buah pala, cengkeh, kapulaga, kayu manis, gula, daun pandan, dan kayu secang,” papar Ika yang memberikan nama Bir Pletok Cipedak Lestari pada produknya.

Menurutnya, minuman ini bisa sebagai obat untuk masuk angin, mual, perut kembung, diare dan lainnya. “Makanya banyak orang cari untuk simpanan juga menjaga kesehatan. Sebab bir pletok termasuk tahan agak lama,” katanya.

Awalnya setelah membuat bir pletok untuk komersil, Ika bingung dengan cara pemasarannya. Namun dengan binaan dari UP Setu Babakan, omset usahanya mulai meningkat.

Bir pletok dalam kemasan dijual di Setu Babakan

“Omset yang kami dapat dahulu hanya Rp 500-1 juta per bulan. Tapi saat menjadi pedagang binaan omset naik menjadi Rp 4-5 juta per bulan,” ungkapnya.

Ika menjual bir pletok dengan tiga kemasan, yaitu 600 mili liter dijual Rp 25 ribu, kemasan 500 mili liter Rp 22 ribu, dan kemasan 300 mili liter Rp 10 ribu.

“Untuk botol plastik kalau belum dibuka bisa tahan 40 hari, sementara botol kaca bisa tiga bulan. Kalau botol dibuka bisa tahan seminggu,” tandas Ika yang bisa memasarkan produknya di Setu Babakan, bazar dan Online ini. (Sandy).

banner 521x10

Komentar