Kepala Desa Bangsri, Laga Kusuma mengungkapkan, obyek wisata ini telah mengeluarkan anggaran ratusan juta rupiah dari dana desa untuk mengembangkan wisata di desa yang dikelola oleh BumDes.
Hanya konsep wisata kuliner khas pedesaan ini, lanjutnya, dipadukan dengan wisata sejarah dengan nama Noyo Gimbal View, sehingga dapat dikunjungi setiap saat dengan harga yang terjangkau oleh wisatawan lokal maupun regional.
“Untuk pengembangan wisata, kita di wisata kuliner sama view persawahan, kita jualan kuliner ala pedesaan dengan disuguhkan patung tokoh di bangsri namanya Naya Sentika atau Noyo Gimbal,” ucap Laga saat ditemui wartawan.
Sumbang PAD Rp 45 Juta Per Bulan
Terkait pengunjung, katanya, hingga kini jumlah pengunjung cukup lumayan. Jumlah tertinggi selama tiga tahun berdiri adalah pada tanggal 1 Januari 2025 sudan mencapai 14.700 pengunjung.

“Kami akan terus berinovasi agar pengunjung terus banyak. Sekarang ini bisa memberikan PAD hingga 35 juta perbulan, ini keuntungan bersih. Sementara untuk biaya operasional khusus gaji pegawai bisa mencapai Rp 200 juta perbulan,” katanya.
Selain itu, dalam wisata alam di sini tidak sekedar mengingat sejarah Noyo Gimbal, tidak hanya menikmati suasana. Tetapi di tempat itu wisatawan bisa mencicipi kuliner tradisional khas Blora dengan harga terjangkau.





























































Komentar